Emitentrust.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang 2025. emiten perkebunan sawit Grup Astra mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,471 triliun atau meningkat sekitar 28,25% dari Rp1,147 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara Laba per saham (EPS) dasar/dilusian ikut meningkat menjadi Rp764,65 per saham, dibandingkan Rp596,22 per saham pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 AALI yang diterbitkan Sabtu disebutkan pendapatan bersih melonjak menjadi Rp28,65 triliun, naik 31,35% dibandingkan Rp21,81 triliun pada 2024.
Lonjakan pendapatan ini mendorong laba bruto naik dari Rp3,34 triliun menjadi Rp4,63 triliun, atau tumbuh hampir 38,6% secara tahunan.
Meski beban umum dan administrasi serta beban penjualan mengalami kenaikan, perusahaan berhasil menekan biaya pendanaan yang turun drastis dari Rp264,68 miliar menjadi hanya Rp139,25 miliar.
Penurunan beban bunga ini menjadi salah satu katalis utama lonjakan laba.
Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas AALI turun signifikan dari Rp5,59 triliun menjadi hanya Rp2,88 triliun pada akhir 2025.
Pinjaman bank jangka panjang yang pada 2024 masih tercatat Rp1,5 triliun, di 2025 sudah nihil. Sementara bagian pinjaman yang jatuh tempo dalam satu tahun juga turun dari Rp1,68 triliun menjadi nol.
Di sisi lain, total ekuitas naik menjadi Rp24,15 triliun dari Rp23,20 triliun, mencerminkan penguatan struktur permodalan.
Namun demikian, total aset tercatat turun menjadi Rp27,04 triliun dari Rp28,79 triliun, terutama akibat penurunan aset tetap dan klaim restitusi pajak.


