Grup Bakrie (BUMI) Geber Eksplorasi Tambang di Kaltim dan Australia

Grup Bakrie (BUMI) Geber Eksplorasi Tambang di Kaltim dan Australia
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) grup Bakrie terus menggenjot kegiatan eksplorasi tambang dengan menyasar sejumlah wilayah operasi melalui pengeboran terbuka, pengeboran inti hingga survei geofisika.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) grup Bakrie terus menggenjot kegiatan eksplorasi tambang dengan menyasar sejumlah wilayah operasi melalui pengeboran terbuka, pengeboran inti hingga survei geofisika. Aktivitas tersebut dilakukan untuk memperbarui sumber daya mineral sekaligus mencari target mineralisasi baru.

Irana Candra Mala Sekretaris Perusahaan BUMI dalam laporan aktivitas eksplorasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/10) menyebut kegiatan eksplorasi pada Juli 2026 dilakukan melalui sejumlah anak usaha, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, serta Wolfram Limited.

Di KPC, eksplorasi dilakukan di sejumlah area tambang, yakni Pit Pedayak West (North), Pit Inul Middle, Pit Inul Lignite, Pit Bendili, dan Pit South Pinang Ext 2.

Kegiatan tersebut menggunakan metode pengeboran lubang terbuka dan lubang inti. Salah satu kegiatan dengan jumlah pengeboran cukup besar berada di Pit South Pinang Ext 2, yang mencatat 13 lubang terbuka dan 25 lubang inti dalam aktivitas eksplorasinya.

Sementara itu, di Pit Inul Lignite, KPC melakukan 16 pengeboran lubang terbuka dan belum melakukan pengeboran lubang inti pada periode tersebut. Dari kegiatan yang telah dilakukan, masing-masing area memiliki tindak lanjut pengeboran dan evaluasi berdasarkan hasil eksplorasi yang diperoleh.

Tak hanya mengandalkan aset batu bara di Indonesia, BUMI melalui Wolfram Limited juga melanjutkan kegiatan eksplorasi di Australia. Aktivitas dilakukan di MT Carlton dan Crush Creek menggunakan pengeboran reverse circulation (RC), pengeboran intan, serta pengujian Induced Polarisation (IP).

Di MT Carlton, kegiatan eksplorasi mencakup aktivitas infill, ekstensional, dan penemuan baru di Brighton. Hasilnya akan digunakan untuk pemutakhiran sumber daya mineral, sembari menunggu hasil pekerjaan lanjutan.

Adapun di Crush Creek, kegiatan pengeboran masih berlangsung dan dilaporkan menghasilkan temuan positif. Perseroan selanjutnya akan melakukan interpretasi terhadap hasil tersebut sekaligus memperluas dan memperbarui estimasi sumber daya mineral.

Eksplorasi di Crush Creek juga mencakup survei IP yang dilakukan untuk mengidentifikasi target baru. Dari pengujian tersebut, BUMI menyebut telah ditemukan sejumlah target baru yang selanjutnya akan dievaluasi untuk menentukan rencana pengeboran.

Di sisi lain, PT Arutmin Indonesia menjalankan kegiatan eksplorasi di Pit 11 dan Pit 9 Kintap, serta kawasan Pit 8-14 Senakin.
Kegiatan di Kintap mencakup pengeboran inti untuk memperoleh sampel material geoteknik, sedangkan di Senakin eksplorasi diarahkan untuk melihat potensi underground melalui pengeboran lubang inti dan kegiatan geoteknik.

Untuk Pit 11 dan 9 Kintap, aktivitas yang dilaporkan mencakup satu lubang terbuka dan 12 lubang inti, sementara kegiatan lanjutan di Pit 9 mencakup lima lubang inti/geoteknik.

Adapun di Senakin, eksplorasi mencatat satu lubang terbuka dan 14 lubang inti, dengan kegiatan lanjutan berupa satu lubang terbuka dan delapan lubang inti.