PTBA Genjot Eksplorasi di 5 Wilayah Tambang, Rogoh Rp43,1M

PTBA Genjot Eksplorasi di 5 Wilayah Tambang, Rogoh Rp43,1M
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menggeber aktivitas eksplorasi batu bara hingga Oktober 2026. Perseroan telah menggelontorkan sekitar Rp43,17 miliar untuk berbagai kegiatan eksplorasi di sejumlah wilayah tambang,
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menggeber aktivitas eksplorasi batu bara hingga Oktober 2026. Perseroan telah menggelontorkan sekitar Rp43,17 miliar untuk berbagai kegiatan eksplorasi di sejumlah wilayah tambang, mulai dari pengeboran hingga pengujian kualitas batu bara dan batuan.

Berdasarkan laporan bulanan aktivitas eksplorasi PTBA, kegiatan tersebut mencakup wilayah Muara Tiga Besar, Air Laya, Banko Barat, Banko Tengah A, Banko Tengah B, Ombilin, hingga Peranap.

Porsi terbesar biaya eksplorasi berasal dari kegiatan pengeboran dan logging geofisika di kawasan Muara Tiga Besar, Air Laya, serta area Banko. Untuk kegiatan yang dilakukan secara internal bersama PT Resources ID, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp23,58 miliar.

Kegiatan tersebut menghasilkan 76 titik bor dengan total kedalaman 19.283 meter. Eksplorasi diarahkan untuk infill drilling di tambang aktif sekaligus memperluas cakupan area eksplorasi.

PTBA juga mengeluarkan sekitar Rp5,95 miliar untuk kegiatan pengeboran bersama PT Resources ID di area yang sama. Sebanyak 17 titik bor dengan kedalaman 2.674 meter telah dilakukan.

Selain pengeboran, perseroan melakukan pengambilan dan analisis sampel batu bara serta batuan dengan biaya sekitar Rp8,02 miliar. Aktivitas tersebut mencakup 1.321 conto batu bara untuk analisis kualitas, 222 conto inti bor untuk pengujian keasaman batuan, serta 661 conto inti bor untuk pengujian mekanika batuan.

Eksplorasi juga dilakukan di Ombilin, dengan biaya Rp910 juta untuk pengambilan dan analisis sampel. Sementara di Peranap, PTBA melalui PT BMU melakukan pengeboran sebanyak 20 titik dengan kedalaman 1.467 meter, dengan biaya Rp1,66 miliar.
Untuk kegiatan pengambilan dan analisis sampel di Peranap, perseroan mengeluarkan tambahan Rp1,3 miliar, dengan 161 conto batu bara untuk analisis kualitas dan 110 conto inti bor untuk pengujian keasaman batuan.

Di luar kegiatan utama tersebut, PTBA juga mencatat biaya sekitar Rp1,11 miliar untuk monitoring Top of Coal-Bottom of Coal (ToC-BoC) di front tambang dengan cakupan area 728 hektare, serta Rp320 juta untuk kegiatan pendukung eksplorasi dan biaya umum.

Seluruh kegiatan eksplorasi tersebut masih akan dilanjutkan hingga kuartal IV 2026 dan sepanjang tahun 2026 sesuai rencana perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PTBA memperluas cakupan eksplorasi sekaligus memperkuat basis data sumber daya dan cadangan batu bara.