SOFA Dapat Dana Rp16,3 M, Disiapkan untuk Proyek WTE Bogor

SOFA Dapat Dana Rp16,3 M, Disiapkan untuk Proyek WTE Bogor
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) mengungkapkan transaksi pinjaman senilai Rp16,3 miliar yang diterima anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), dari pemegang saham pengendali perseroan, PT Asia Investment Capital (AIC).
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) mengungkapkan transaksi pinjaman senilai Rp16,3 miliar yang diterima anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), dari pemegang saham pengendali perseroan, PT Asia Investment Capital (AIC). Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kewajiban penyetoran modal dalam proyek Waste-to-Energy (WTE) di Bogor Raya.

Transaksi pinjaman tersebut dilakukan pada 5 Oktober 2026. AEA mendapatkan fasilitas dengan bunga 1% per tahun dan jangka waktu lima tahun sejak dana efektif diterima di rekening perusahaan.

Dana pinjaman tersebut secara khusus dialokasikan untuk memenuhi capital call AEA di PT Weiming Nusantara Gamma (WNG). Nilai kewajiban penyetoran modal tersebut mencapai USD900.000 dan berkaitan dengan pelaksanaan proyek WTE yang dikembangkan WNG.

SOFA menyebut pendanaan ini diperlukan agar AEA dapat memenuhi kewajiban modalnya sehingga tetap dapat berpartisipasi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Dari sisi hubungan kepemilikan, AIC merupakan pengendali SOFA dengan porsi saham 70,97%, sedangkan AEA merupakan anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki SOFA. Dengan struktur tersebut, transaksi pinjaman dikategorikan sebagai transaksi antara pihak yang memiliki hubungan afiliasi.

Menariknya, fasilitas tersebut diberikan tanpa jaminan kebendaan maupun jaminan lainnya. AEA juga memiliki keleluasaan untuk melunasi sebagian atau seluruh pokok pinjaman lebih awal tanpa biaya maupun penalti, dengan kewajiban membayar bunga yang telah terakumulasi.

Di sisi neraca, tambahan pinjaman tersebut akan meningkatkan liabilitas AEA yang dikonsolidasikan ke laporan keuangan SOFA. Perseroan memperkirakan rasio liabilitas terhadap ekuitas secara konsolidasian meningkat signifikan dari 39,78% menjadi 88,65%.

Meski demikian, SOFA menyatakan transaksi tersebut tidak diperkirakan menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebaliknya, manajemen berharap fasilitas tersebut dapat memastikan ketersediaan pendanaan bagi AEA untuk memenuhi capital call WNG dan memperkuat pengembangan bisnis SOFA melalui proyek WTE di Kota Bogor Raya.