Emitentrust.com – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 89% pada semester I-2026 di tengah tantangan penurunan volume Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor batu bara. Emiten jasa pertambangan ini membukukan laba bersih Rp354,3 miliar hingga Juni 2026, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, DEWA membukukan pendapatan sebesar Rp3,21 triliun pada enam bulan pertama 2026, meningkat 3,1% secara tahunan (year on year/YoY), meski perseroan telah melakukan dekonsolidasi anak usaha PT Dire Pratama pada akhir 2025.
Peningkatan kinerja ditopang oleh kenaikan volume waste removal sebesar 10,4% YoY menjadi 75,3 juta bank cubic meter (bcm). Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan kapasitas operasional internal (in-house) yang melonjak 38,9% menjadi 62,5 juta bcm, sementara volume yang dikerjakan subkontraktor turun 44,9% menjadi 12,8 juta bcm.
Efisiensi operasional turut mendongkrak profitabilitas. Marjin laba kotor meningkat menjadi 19,1% dari 16,0%, sedangkan marjin laba operasional naik menjadi 12,8% dari 11,8%. Alhasil, laba kotor tumbuh 23,5% YoY menjadi Rp612,2 miliar, sementara laba operasional naik 11,4% YoY menjadi Rp409,7 miliar.
Perseroan juga membukukan keuntungan lain-lain sebesar Rp255,7 miliar, yang sebagian besar berasal dari keuntungan yang belum direalisasikan atas perubahan nilai wajar investasi. Sementara itu, EBITDA meningkat 20,2% YoY menjadi Rp938,1 miliar, dengan marjin EBITDA membaik menjadi 29,3% dari 25,1% pada semester I-2025.
Di sisi produksi, volume batubara tercatat 8,2 juta ton, turun tipis 1,6% YoY, terutama akibat berkurangnya produksi dari subkontraktor.
Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, mengatakan perseroan mampu mempertahankan tren pertumbuhan di tengah tekanan industri akibat pemangkasan RKAB 2026.
“Di tengah tantangan pemotongan volume RKAB 2026 yang berdampak negatif ke sektor batu bara, Perseroan mampu mencatat kenaikan pertumbuhan laba yang signifikan di 6M26. Perseroan terus meningkatkan kemampuan operasional dan memberikan layanan terbaik kepada klien utama, yakni KPC dan Arutmin,” tulis Ricardo pada Jumat (7/8).
Ia menambahkan, perseroan juga optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan setelah memperoleh kontrak baru dari Sebuku Sejaka Coal (SSC) yang diharapkan menjadi pendorong kinerja pada periode mendatang.


