Grup Bakrie (JGLE) Akan Gelar RUPSLB Ketiga 1 September, Ini Agendanya

Grup Bakrie (JGLE) Akan Gelar RUPSLB Ketiga 1 September, Ini Agendanya
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com -  PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) kembali memanggil pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga pada 1 September 2026.

Pemanggilan RUPSLB ketiga dilakukan setelah agenda rapat sebelumnya pada 11 Juni 2026 dan 23 Juni 2026 tidak memenuhi kuorum kehadiran.

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan pada Kamis (20/8), RUPSLB ketiga akan digelar pada Selasa, 1 September 2026, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Rapat akan berlangsung di Aston Bogor Hotel & Resort, Perumahan Bogor Nirwana Residence, Jalan Dereded, Pahlawan, Kota Bogor Selatan.

Dalam RUPSLB tersebut, Perseroan hanya memiliki satu agenda, yakni meminta persetujuan pemegang saham atas penyesuaian kegiatan usaha Perseroan dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 (KBLI 2025).

Perseroan menjelaskan, penyesuaian tersebut mengacu pada Pasal 5 Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 17 Desember 2025. Berdasarkan aturan tersebut, pengguna KBLI wajib melakukan penyesuaian paling lambat enam bulan sejak peraturan diundangkan.

Adapun pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 19 Agustus 2026.

Pemegang saham dapat mengikuti rapat secara langsung dengan hadir secara fisik maupun secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI. Mekanisme elektronik tersebut dapat digunakan oleh seluruh pemegang saham, baik individu lokal, institusi lokal, individu asing maupun institusi asing.

Perseroan tidak akan mengirimkan undangan khusus kepada pemegang saham. Pemanggilan RUPSLB yang diterbitkan pada 20 Agustus 2026 tersebut berlaku sebagai undangan resmi.

Pada perdagangan hari ini Kamis (20/8) saham JGLE naik 1,11 persen ke level Rp91. Dalam sebulan terakhir JGLE terbang 82 persen. Dalam enam bulan melonjak 102,2 persen dari harga Rp45 pada 20 Februari 2026.

Sebagai informasi sebelumnya JGLE menyapaikan bersiap melakukan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue senilai Rp414 miliar.

Dana hasil aksi ini akan digunakan untuk mengakuisisi mayoritas saham pengelola Jungleland di Sentul sekaligus memperkuat struktur permodalan.

Selain rights issue, Perseroan juga akan melakukan penyesuaian kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 (KBLI 2025), sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 8.280.033.448 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp10 per saham dan harga pelaksanaan Rp50 per saham.

Total dana yang ditargetkan mencapai Rp414.001.672.400 dan seluruh saham baru tersebut akan dicatatkan di  Bursa Efek Indonesia.

Setiap pemegang 270 saham seri A berhak memperoleh 99 HMETD, di mana setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru seri B di harga Rp50.

Manajemen menegaskan bahwa aksi ini tidak menyebabkan perubahan pengendali.

Mayoritas dana rights issue, yakni sekitar Rp413,94 miliar, akan digunakan untuk membeli 14,78 miliar saham atau 61,86% kepemilikan di PT Jungleland Asia (JLA) dari PT Adiprotek Envirodunia (AE).