back to top

Grup Lippo (MPPA) Catat Rugi Bengkak 29% di 2025

Emitentrust.com – Emiten Ritel grup Lippo PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp152,19 miliar sepanjang 2025, membengkak 28,8% dibandingkan rugi Rp118,11 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, disebutkan Penjualan bersih MPPA tercatat Rp7,25 triliun, naik sekitar 1,9% dari Rp7,12 triliun pada 2024.

Sehingga Laba bruto ikut naik menjadi Rp1,27 triliun, tumbuh sekitar 2,8% dibanding tahun sebelumnya Rp1,23 triliun.

Laba usaha turun 23,1% menjadi Rp26,08 miliar sehingga Rugi sebelum pajak menyempit tipis menjadi Rp92,80 miliar

Beban pajak melonjak tajam sehingga rugi tahun berjalan membengkak hampir 29%. Sehingga Rugi per saham dasar ikut melebar dari Rp9 menjadi Rp12 per saham.

Yang menjadi sorotan, posisi ekuitas perseroan berbalik menjadi defisiensi modal Rp2,24 miliar per akhir 2025.

Padahal pada akhir 2024, ekuitas masih positif Rp150,26 miliar. Artinya, terjadi penurunan ekuitas lebih dari 101% secara tahunan hingga masuk zona negatif.

Sementara total aset relatif stagnan di level Rp3,59 triliun, hanya naik tipis sekitar 0,9%.

Arus kas dari aktivitas operasi tercatat Rp207,85 miliar, anjlok sekitar 53,9% dibandingkan Rp451,32 miliar pada tahun sebelumnya.

Kas dan setara kas akhir tahun turun menjadi Rp248,97 miliar, dari Rp255,48 miliar di 2024.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru