back to top

Grup Tjokro Pasang Tender Offer GPSO Harga Bawah Pasar

Emitentrust.com – PT PIMSF Pulogadung Grup Tjokro menyampaikan akan menggelar Tender offer wajib saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) sebanyak-banyaknya 363,71 juta saham, atau setara 54,55% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh GPSO.

Manajemen GPSO dalam keterbukaan informasi yang diumumkan pada Rabu (14/1) menyebutkan Harga yang ditawarkan dalam tender wajib ini ditetapkan sebesar Rp436 per saham dengan total nilai penawaran maksimal mencapai Rp158,58 miliar.

Dijelaskan harga Penawaran Tender Wajib ditetapkan berdasarkan ketentuan POJK, yakni mengacu pada rata-rata harga perdagangan tertinggi harian saham selama 90 hari sebelum pengumuman rencana pengambilalihan pada 10 Oktober 2025.

Rata-rata harga tersebut tercatat sebesar Rp435,59 per saham, yang kemudian dibulatkan menjadi Rp436 per saham.

Periode Penawaran Tender Wajib berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 15 Januari 2026 dan berakhir pada 13 Februari 2026. Sementara itu, pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi akan dilakukan paling lambat pada 28 Februari 2026 sesuai ketentuan KSEI.

Pada perdagangan hari ini Rabu (14/1) saham GPSO ditutup naik 4,6 persen ke level Rp670 per lembar.

Manajemen menyatakan bahwa PT PIMSF Pulogadung memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan kewajiban tender wajib tersebut. Pendanaan tender berasal dari kas internal pengendali baru, sebagaimana tercantum dalam surat pernyataan tertanggal 23 Oktober 2025.

“ Tujuan pengambilalihan ini adalah untuk mengembangkan PT Geoprima Solusi Tbk sebagai bagian dari Tjokro Group, khususnya dalam pengembangan industri machining (permesinan) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sebagai informasi Grup Tjokro yang pernah tersangkut Kasus korupsi terkait pengadaan barang dan peralatan oleh Direktorat Teknologi dan Produksi PT KS (Krakatau Steel) Tahun 2019 tersebut mengakuisisi saham GPSO melalui PT PIMSF Pulogadung sebanyak 303.033.800 saham PT Geoprima Solusi Tbk, yang mewakili 45,45 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp20,01 miliar, dengan harga rata-rata Rp66 per saham.

Penyelesaian pengambilalihan dilakukan pada 16 Oktober 2025, setelah transaksi jual beli saham dilaksanakan pada 14 dan 16 Oktober 2025 melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI.

Dengan transaksi ini, PT PIMSF Pulogadung menjadi pemegang saham terbesar dan memiliki kendali langsung atas pengelolaan serta kebijakan perseroan.

Artikel Terkait

Pengendali WINR Makin Rajin Jual Jutaan Saham di FCA, Begini Alasannya

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk. (WINR), Pemenang Nusantara Internasional kembali melakukan penjualan sebanyak 1.592.400 saham di pasar.

Pemegang Saham POOL Tolak Auditor dan Tunda Perubahan Pengurus

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Juli 2026 dengan tingkat kehadiran pemegang saham yang mewakili 1,34 miliar saham atau sekitar 57,43% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

HYGN Ungkap Investor Asing Masuk, Borong 21 Juta Saham Harga Senyap

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adanya pembelian saham Perseroan oleh investor asing yang nilainya dikategorikan material.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru