back to top

HATM Private Placement, Investor Asal Tiongkok Standby Buyer?

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1.51% ke level 6.430 pada sesi 1 perdagangan Kamis (23/7). Di tengah sentimen positif tersebut, saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) juga ditutup menguat 1,87% ke level Rp436 pada sesi I. seiring perhatian investor terhadap rencana private placement yang tengah dipersiapkan perseroan.

HATM berencana menggelar Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan hingga 800 juta saham baru atau setara 9,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan akan ditetapkan paling sedikit sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan. Aksi korporasi tersebut berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi hingga sekitar 8,44%.

Direktur Utama PT Habco Trans Maritima Tbk, Andrew Kam, mengatakan dana hasil private placement akan difokuskan untuk pembelian kapal guna mendukung partisipasi perseroan dalam tender pengangkutan internasional. Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari strategi ekspansi setelah sebelumnya HATM memanfaatkan dana rights issue untuk meningkatkan jumlah armada secara signifikan.

“Kami ingin membawa HATM tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga menjadi salah satu pemain yang berpengaruh di kawasan Asia Pasifik dalam 10 hingga 15 tahun ke depan,” ujar Andrew dalam program Stock Idea Talks Special bersama CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya.

Di tengah rencana private placement tersebut, muncul spekulasi mengenai peluang masuknya investor strategis, khususnya dari China. Menanggapi hal itu, Andrew menyatakan perseroan belum dapat memberikan komentar mengenai kemungkinan tersebut. Meski demikian, ia menyebut peluang masuknya investor strategis masih terbuka pada aksi private placement berikutnya.

Perseroan saat ini mengoperasikan armada kapal berkapasitas 30.000 , 50.000 , hingga 90.000 DWT, dengan tingkat utilisasi yang telah mencapai 99–100% pada kuartal II 2026. Untuk menjaga stabilitas pendapatan, sekitar 80–85% pendapatan HATM berasal dari kontrak jangka panjang dengan pelanggan utama di sektor pertambangan dan industri pengolahan.

Dalam jangka pendek, perseroan menargetkan penambahan sedikitnya tiga kapal dalam dua tahun ke depan. Tahun ini HATM berencana menambah satu kapal untuk mendukung ekspansi ke pasar internasional, disusul dua kapal tambahan pada tahun berikutnya. Selain private placement, perseroan juga tengah menjajaki fasilitas pinjaman perbankan guna mendukung kebutuhan belanja modal dengan tetap menjaga struktur pendanaan yang sehat.

Andrew menambahkan, apabila HATM berhasil memenangkan tender di pasar internasional, kontribusi bisnis baru tersebut diperkirakan mampu meningkatkan laba bersih perseroan sekitar 20–25%. Penempatan armada di pasar domestik maupun internasional akan tetap disesuaikan dengan kondisi pasar dan tingkat profitabilitas masing-masing segmen.

Dari sisi kinerja, HATM mengakui laba kuartal I 2026 sempat tertekan akibat keterlambatan penerbitan RKAB serta tingginya curah hujan yang menghambat aktivitas bongkar muat. Namun memasuki kuartal II, kondisi operasional telah pulih signifikan seiring meningkatnya volume angkutan. Perseroan optimistis kinerja semester II akan tetap solid sehingga laba sepanjang 2026 berpotensi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi teknikal, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama merekomendasikan strategi buy on breakout di atas Rp438, dengan stop loss di bawah Rp390. Adapun target harga berada di Rp476 sebagai target pertama dan Rp535 sebagai target kedua. Menurutnya, level Rp438 menjadi area konfirmasi yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan menuju target-target tersebut, sementara area Rp390 menjadi batas pengelolaan risiko apabila tekanan jual kembali meningkat

Dengan katalis berupa ekspansi armada, rencana private placement, serta peluang memasuki pasar internasional, pergerakan saham HATM selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh realisasi strategi bisnis perseroan dan sentimen pasar.

Artikel Terkait

DOID Ungkap Masih Pegang 293,84 Juta Saham Treasuri

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melaporkan belum melakukan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) selama periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

BEI Interogasi NAYZ, Kas Rp78M Mau Akuisisi dan Siapkan Rights Issue

ursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta penjelasan lanjutan kepada PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) terkait rencana pengambilalihan Perseroan oleh Saiko Consultancy Pte Ltd (Saiko).

IHSG Terbang ke 6.430 di Sesi I, Saham Grup Bakrie Jadi Primadona

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan sesi pertama, Kamis (23/7/2026). IHSG ditutup menguat 95,67 poin atau 1,51% ke level 6.430,15, ditopang penguatan seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru