back to top

WIKA Beton (WTON) Kantongi Kontrak Baru Rp1,97T di Semester I

Emitentrust.com – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) atau WTON kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika industri konstruksi nasional. Hingga akhir Semester I 2026, emiten beton pracetak ini berhasil membukukan omzet kontrak baru sebesar Rp1,97 triliun atau melonjak 114,15% dibandingkan capaian kuartal sebelumnya.

Pencapaian tersebut memperkuat posisi WIKA Beton sebagai pemimpin pasar industri beton pracetak di Indonesia sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk dan kapabilitas perusahaan dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis.

Berdasarkan komposisi pelanggan, segmen swasta menjadi kontributor terbesar terhadap perolehan kontrak baru dengan porsi 46,37%. Selanjutnya disusul proyek melalui skema kerja sama operasi (KSO) sebesar 34,10%, proyek BUMN sebesar 16,40%, serta proyek dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 3,13%.

Dari sisi sektor, infrastruktur masih menjadi penggerak utama bisnis perusahaan dengan kontribusi mencapai 61,50%. Sementara sektor industri menyumbang 16,97%, sektor properti sebesar 8,54%, dan sektor lainnya sebesar 12,99%.

Perolehan kontrak baru tersebut didukung oleh tingginya permintaan terhadap produk putar dan nonputar WIKA Beton yang digunakan dalam sejumlah proyek strategis sepanjang kuartal II 2026. Beberapa di antaranya adalah proyek New Priok Eastern Access 1 & 2, pembangunan pelabuhan di Kawasan Industri Malili, serta proyek Chandra Asri Alkali.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan pertumbuhan kontrak baru menjadi indikator positif atas resiliensi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

“Perolehan kontrak baru ini menjadi bukti nyata resiliensi WIKA Beton dalam menciptakan nilai tambah. Fokus utama kami ke depannya adalah menjaga konsistensi kepercayaan lewat produk dengan mutu tinggi dan penyelesaian tepat waktu, sembari disiplin menjaga kesehatan arus kas perusahaan,” ujar Kuntjara.

Menurutnya, konsistensi operasional yang dijalankan perusahaan merupakan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Dengan daya saing yang semakin kuat, WIKA Beton optimistis dapat terus meningkatkan kinerja finansial dalam jangka panjang sekaligus memperkuat kontribusi strategis perusahaan dalam ekosistem Danantara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Artikel Terkait

339,8 Juta Saham IATA Dilepas Lagi Dalam Dua Hari Senilai Rp19,3M

PT MNC Asia Holding Tbk mengurangi kepemilikan sahamnya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dengan melepas sebanyak 339.809.200 saham melalui dua transaksi pada 20 dan 22 Juli 2026.

Saham HSC Milik Sri Tahir Disorot BEI Masih Ngegas

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO

Direktur CYBR Cairkan Saham Harga Pasar, Raup Rp115 Juta

Direktur PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR), Doni Mora, melakukan aksi jual saham perseroan pada 21 Juli 2026. Dalam transaksi tersebut, Doni melepas sebanyak 200.000 lembar saham dengan harga Rp575 per saham.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru