back to top

Hermanto Tanoko di Balik Kendali PEVE, Free Float Aman!

Emitentrust.com – Struktur kepemilikan saham PT Penta Valent Tbk (PEVE) masih terkonsentrasi kuat di tangan pemegang saham pengendali, meski porsi saham publik (free float) tercatat lebih longgar dibanding beberapa emiten sejenis.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Maret 2026, free float PEVE tercatat sebesar 18,38% atau setara sekitar 324,5 juta saham dari total 1,76 miliar saham yang tercatat di Bursa.

Porsi saham publik ini relatif stabil, tanpa perubahan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, mencerminkan belum adanya aksi korporasi yang memengaruhi distribusi kepemilikan saham.

Di sisi lain, kendali perseroan masih berada di tangan PT Tancorp Mega Buana yang menguasai 80% saham. Kepemilikan mayoritas ini menegaskan dominasi grup usaha Tancorp dalam menentukan arah strategis perusahaan.

Adapun sosok Hermanto Tanoko tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari struktur kepemilikan tersebut, memperkuat kendali individu dalam grup pengendali.

Sementara itu, dari jajaran manajemen, hanya Franxiscus Afat Adinata Nursalim yang tercatat memiliki saham sebesar 1,6%, yang juga masuk dalam kategori kepemilikan di bawah 5%.

Seluruh saham free float berasal dari investor publik dengan kepemilikan di bawah 5%, tanpa adanya saham treasuri maupun saham dalam status blokir atau lock-up.

Namun demikian, jumlah investor mengalami penurunan tipis. Tercatat jumlah pemegang saham turun dari 1.521 menjadi 1.468 investor, atau berkurang 53 investor dalam periode sebulan.

Manajemen PEVE menegaskan bahwa seluruh perhitungan free float telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk pengecualian saham milik pengendali, afiliasi, dan manajemen.

Artikel Terkait

Green Era Lepas 350 Juta Saham BREN Demi Free Float

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyampaikan bahwa Green Era Energy Pte Ltd selaku Pemegang saham, dilaporkan bahwa telah melakukan aksi divestasi saham dalam jumlah besar pada 6 April 2026.

IHSG Jebol ke Bawah 7.000 di Sesi I, BUMI, AMMN, PTBA Terbang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren pelemahan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Senin (6/4/2026). IHSG turun 55,78 poin atau 0,79% ke level 6.971,01.

Susut 60%, Kimia Farma (KAEF) Masih Rugi Rp334M di 2025

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menunjukkan perbaikan signifikan di 2025. Meski masih mencatatkan rugi bersih, perseroan berhasil memangkas kerugian secara tajam.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru