Emitentrust.com – Emiten properti, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) masih mencatatkan kinerja negatif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan rugi bersih Rp17,90 miliar, meski angka tersebut menyusut sekitar 21,8% dibandingkan rugi Rp22,90 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang di terbitkan Senin (16/3) disebutkan , penyusutan kerugian tersebut terjadi di tengah lonjakan pendapatan yang signifikan.
Sepanjang 2025, HOPE mencatat pendapatan Rp40,49 miliar, melonjak sekitar 107,4% dibandingkan tahun sebelumnya Rp19,52 miliar.
Namun peningkatan pendapatan belum mampu menutup tekanan dari beban operasional dan beban pokok yang masih tinggi.
Beban pokok pendapatan tercatat Rp45,19 miliar, turun sekitar – dari Rp28,52 miliar pada tahun sebelumnya, sehingga perseroan masih membukukan rugi bruto Rp4,70 miliar, meski membaik dari rugi bruto Rp9 miliar pada 2024.
Selain itu, beban usaha juga meningkat menjadi Rp11,31 miliar dari sebelumnya Rp7,90 miliar.
Akibatnya, rugi sebelum pajak tercatat Rp18,78 miliar, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp27,37 miliar.
Di sisi neraca, total aset perseroan melonjak signifikan. Hingga akhir 2025, total aset HDP mencapai Rp407,78 miliar, melonjak sekitar 145% dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp166,24 miliar.
Lonjakan ini terutama didorong oleh kenaikan aset tetap yang melonjak menjadi Rp188,46 miliar dari sebelumnya Rp62,01 miliar, serta pengakuan aset hak guna sebesar Rp30,86 miliar.
Menariknya, posisi kas dan setara kas perseroan juga melonjak drastis.
Per 31 Desember 2025, kas HDP tercatat Rp62,58 miliar, melesat jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp14,53 juta.
Sementara itu total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp137,21 miliar, dari sebelumnya Rp92,24 miliar pada 2024.


