Emitentrust.com – Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Iding Pardi, menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai calon Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia periode 2026–2030.
Langkah ini menjadi sinyal awal memanasnya bursa calon pucuk pimpinan BEI menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Insya Allah sedang persiapan,” ujar Iding saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (26/3).
Tak hanya maju sendiri, Iding juga mengonfirmasi telah menyiapkan satu paket lengkap calon direksi BEI, sesuai mekanisme yang berlaku di mana Anggota Bursa mengusulkan satu tim manajemen secara kolektif.
Iya betul,” kata Iding singkat saat dimintai konfirmasi terkait susunan timnya.
Adapun paket calon direksi yang diusung Iding Pardi terdiri dari sejumlah nama dari berbagai institusi pasar modal, yakni:
Direktur Utama: Iding Pardi
Direktur: Zaki Mubarak (PT Elit Sukses Sekuritas)
Direktur: Yulianto Aji Sadono (Kadiv Pengawasan Transaksi BEI)
Direktur: Umi Kulsum (KPEI)
Direktur: Ahmad Subagja (mantan Dirut Bumiputera Sekuritas)
Direktur: Yohannes Liauw (Pefindo Biro Kredit)
Direktur: Andre Tjahjamuljo (PT UBS Sekuritas Indonesia).
Meski demikian, Iding mengungkapkan bahwa paket tersebut hingga kini belum diajukan secara resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan, yang menjadi pihak berwenang dalam proses seleksi.
“Prosesnya belum mulai,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, juga membenarkan bahwa pihaknya belum menerima satu pun pengajuan paket calon direksi BEI hingga saat ini.
“Belum, sama sekali belum ada yang masuk ke OJK. Tapi silakan, artinya mungkin mereka sudah mulai. Karena sudah waktunya untuk membuat paket calon dan sebagainya, kami persilakan sesuai mekanisme pasar,” ujar Hasan.
Sebagai informasi, batas akhir pengajuan paket calon direksi BEI ditetapkan pada 4 Mei 2026. Seluruh kandidat nantinya akan diseleksi sebelum diputuskan dalam RUPSLB BEI pada Juni mendatang.


