Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali menembus level psikologis 7.000 pada akhir perdagangan sesi pertama, Selasa (5/5/2026). IHSG menguat 57,903 poin atau 0,83% ke posisi 7.029,856.
Penguatan IHSG didorong oleh mayoritas sektor, dengan sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,33%. Disusul sektor keuangan yang naik 1,32%, transportasi dan logistik menguat 1,14%, serta infrastruktur bertambah 0,85%.
Selain itu, sektor energi juga mencatat kenaikan 0,41%, properti dan real estate naik 0,34%, serta barang konsumen primer menguat tipis 0,18%.
Namun, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor perindustrian mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,62%, diikuti sektor kesehatan turun 0,48%, barang konsumen non-primer melemah 0,26%, dan sektor teknologi turun 0,18%.
Aktivitas perdagangan tergolong aktif dengan total volume mencapai 25,34 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp9,2 triliun. Sebanyak 346 saham menguat, 297 saham melemah, dan 169 saham stagnan.
Dari pergerakan saham, penguatan signifikan terjadi pada ABDA yang naik Rp760 menjadi Rp3.810 per saham, KONI melonjak Rp590 ke Rp2.980, serta TPIA menguat Rp525 ke Rp5.600 per saham.
Sebaliknya, saham yang mengalami tekanan antara lain RDTX yang turun Rp1.075 menjadi Rp15.550, MLPT melemah Rp1.075 ke Rp20.000, serta INCO turun Rp675 menjadi Rp6.200 per saham.
Untuk saham teraktif, KOTA mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 82.009 kali dengan nilai Rp327 miliar, diikuti BRPT sebanyak 55.111 kali senilai Rp740 miliar dan BCIP sebanyak 50.784 kali senilai Rp92,8 miliar.
Pada indeks LQ45, saham Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan lonjakan 14,36%, diikuti Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 3,96% dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 3,62%.
Sementara itu, tekanan terbesar dialami Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 9,82%, Astra International Tbk (ASII) melemah 4,12%, serta Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 4%.


