Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound hingga penutupan perdagangan sesi siang, Rabu (25/2/2026). IHSG menguat 49,29 poin atau 0,60% ke level 8.330,13.
Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari 11 sektor, hanya satu yang berada di zona merah.
Sektor perindustrian memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,04%, disusul sektor barang konsumen non primer naik 1,93%, barang baku 1,56%, kesehatan 1,23%, dan energi 0,65%.
Selanjutnya sektor infrastruktur menguat 0,46%, keuangan 0,25%, properti dan real estate 0,21%, teknologi 0,20%, serta barang konsumen primer naik tipis 0,04%. Adapun sektor transportasi menjadi satu-satunya yang melemah, turun 2,09%.
Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume mencapai 31,39 miliar saham dan nilai transaksi Rp16,69 triliun. Meski IHSG menguat, pergerakan saham cenderung berimbang dengan 319 saham naik, 329 saham turun, dan 169 saham stagnan.
Di jajaran saham penguat, Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) melonjak signifikan dan menjadi sorotan pasar. Selain itu, SINI naik Rp900 ke Rp14.000 per lembar dan TKIM menguat Rp900 ke Rp8.525 per saham.
Sebaliknya, saham ATIC terkoreksi Rp490 ke Rp3.620 per lembar. RDTX turun Rp425 menjadi Rp15.700, sementara PGUN melemah Rp300 ke Rp10.350 per saham.
Untuk saham teraktif, BIPI diperdagangkan sebanyak 116.044 kali senilai Rp1,12 triliun. Disusul Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 86.385 kali dengan nilai Rp1,23 triliun, serta ASHA dengan 75.031 kali transaksi senilai Rp208 miliar.
Pada indeks LQ45, penguatan dipimpin oleh Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang melesat 12,14% ke Rp1.250 per saham. Kemudian Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADMR) naik 5,45% ke Rp2.130 dan Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 4,64% ke Rp7.325 per saham.
Sementara itu, saham Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi top losers LQ45 setelah turun 2,46% ke Rp1.980 per saham. Disusul Surya Citra Media Tbk (SCMA) melemah 2,05% ke Rp286 dan Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 1,46% ke Rp270 per saham.


