back to top

IHSG Berbalik Melemah, Ditutup Turun 0,22% ke 8.925

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026). IHSG tergelincir 0,22% atau turun 19,34 poin ke level 8.925,47.

Tekanan terhadap IHSG datang dari enam indeks sektoral yang melemah. Sektor barang baku menjadi pemberat utama dengan koreksi tajam sebesar 3,22%. Disusul sektor teknologi yang turun 1,10%, sektor perindustrian melemah 0,90%, sektor keuangan terkoreksi 0,45%, sektor kesehatan turun 0,14%, serta sektor barang konsumer non-primer yang melemah 0,09%.

Sementara itu, lima sektor lainnya justru mencatatkan penguatan. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,75%, diikuti sektor properti dan real estat yang naik 1,50%, sektor infrastruktur menguat 1,43%, sektor barang konsumer primer naik 0,60%, serta sektor energi yang menguat 0,49%.

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 54,78 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp28,45 triliun. Sebanyak 302 saham menguat, 370 saham melemah, dan 138 saham stagnan.

Pada indeks LQ45, saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi top loser setelah anjlok 9,35% ke level Rp3.490 per saham. Disusul Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang turun 7,82% ke Rp1.710 per saham, serta Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang melemah 6,79% ke Rp1.305 per saham.

Sebaliknya, top gainer LQ45 ditempati oleh XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang melonjak 7,50% ke level Rp4.300 per saham. Selanjutnya Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 2,59% ke Rp103.175 per saham, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 1,77% ke level Rp460 per saham.

Artikel Terkait

OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International(MSCI) Inc,

Laba TUGU Melejit 77% di 2025 Ini Rahasianya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, menegaskan konsistensi fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 117.

Bos SIDO Borong Saham di Tengah Pergerakan Stagnan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SIDO) menyampaikan bahwa Irwan Hidayat, selaku direktur kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru