Emitentrus.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan Jumat (9/1/2026). Pada akhir sesi pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup naik 11,283 poin atau 0,13% ke level 8.936,754.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi penopang utama setelah melonjak 3,3% hingga akhir perdagangan.
Kenaikan juga terjadi pada IDX Sektor Properti dan Real Estate yang menguat 2,39%, disusul IDX Sektor Barang Baku yang naik 2,38%. Selanjutnya, IDX Sektor Kesehatan menguat 1,31% dan IDX Sektor Energi naik 0,99%.
Sektor lainnya yang turut mencatatkan penguatan yakni IDX Sektor Transportasi dan Logistik sebesar 0,67%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer naik 0,29%, serta IDX Sektor Perindustrian yang menguat 0,12%.
Di sisi lain, tekanan terjadi pada IDX Sektor Infrastruktur yang menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 1,08%. Pelemahan juga dialami IDX Sektor Keuangan yang terkoreksi 1,07% serta IDX Sektor Teknologi yang melemah 0,43%.
Aktivitas perdagangan bursa tercatat cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 56,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp27,4 triliun. Sebanyak 359 saham menguat, 318 saham melemah, dan 137 saham stagnan.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan, di antaranya PT Pool Advista Indonesia Tbk (POLU) yang naik Rp2.375 menjadi Rp26.950 per saham, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang melonjak Rp1.200 ke level Rp13.200 per saham, serta PT Royalindo Cipta Mandiri Tbk (RLCO) yang naik Rp800 menjadi Rp4.010 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp1.425 menjadi Rp64.575 per saham, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang melemah Rp1.000 ke Rp13.000 per saham, serta PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMMA) yang turun Rp825 menjadi Rp13.025 per saham.
Adapun saham-saham teraktif diperdagangkan hari ini dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan frekuensi 237.048 kali transaksi senilai Rp3,4 triliun. Disusul PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) sebanyak 142.661 kali transaksi senilai Rp1,01 triliun dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan 131.176 kali transaksi senilai Rp739 miliar.
Dari jajaran saham unggulan LQ45, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi top gainer setelah menguat 5,69%, diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 5,47% dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang menguat 5%.
Sebaliknya, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi top loser LQ45 dengan penurunan 2,27%, disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang turun 2,03% dan PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 1,79%.


