Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (2/4/2026). IHSG anjlok 157,66 poin atau 2,19% ke level 7.026,78.
Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan pada hampir seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia. Sektor barang baku (basic material) menjadi pemberat utama setelah merosot hingga 4,86%.
Tekanan juga datang dari sektor infrastruktur, energi, dan perindustrian yang turut mengalami pelemahan signifikan. Selain itu, sektor transportasi dan logistik serta properti dan real estate juga bergerak di zona merah.
Koreksi berlanjut pada sektor teknologi, keuangan, kesehatan, hingga barang konsumen non-primer yang ikut menekan laju IHSG.
Di tengah tekanan tersebut, hanya sektor barang konsumen primer yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,45%.
Dari sisi perdagangan, sebanyak 847 saham tercatat melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 265 saham yang menguat dan 222 saham yang stagnan. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp12,4 triliun.
Sejumlah saham yang mencatat kenaikan harga di antaranya DSSA yang naik Rp1.850, KRAS menguat Rp235, serta AADI yang naik Rp225 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya DCII yang turun Rp7.875, MLPT melemah Rp1.100, serta SINI yang turun Rp900 per saham.
Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain CHEM dengan frekuensi 63.175 kali senilai Rp169 miliar, diikuti BBRI sebanyak 49.044 kali senilai Rp809 miliar, serta BUMI sebanyak 48.662 kali dengan nilai transaksi Rp747 miliar.
Pada indeks LQ45, saham dengan pelemahan terdalam (top losers) dipimpin oleh Barito Renewables Energy Tbk yang anjlok 12,73%. Disusul Barito Pacific Tbk yang turun 12,33% serta Amman Mineral Internasional Tbk yang melemah 8,29%.
Sementara itu, saham yang mencatat penguatan (top gainers) di LQ45 antara lain Mitra Adiperkasa Tbk yang naik 4,40%, Dian Swastatika Sentosa Tbk yang menguat 2,70%, serta Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang naik 2,41%.


