Emitentrust – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah hingga akhir perdagangan sesi pertama, Kamis (2/4/2026). IHSG tercatat anjlok 89,91 poin atau 1,25% ke level 7.094,53.
Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan pada mayoritas indeks sektoral. Sektor infrastruktur menjadi pemberat utama dengan penurunan terdalam mencapai 2,88%.
Selanjutnya, sektor barang baku juga ambles 2,87%, diikuti sektor perindustrian yang turun 2,09% serta sektor teknologi yang melemah 1,75%.
Tekanan juga terlihat pada sektor transportasi dan logistik yang turun 0,82%, sektor properti dan real estate melemah 0,61%, sektor keuangan turun 0,42%, serta sektor kesehatan yang terkoreksi 0,17%.
Di tengah tekanan tersebut, sektor barang konsumen non-primer menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan signifikan dengan kenaikan 1,72%. Sementara sektor barang konsumen primer naik tipis 0,04%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi mencapai 14,49 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,89 triliun. Sebanyak 433 saham melemah, 227 saham menguat, dan 151 saham stagnan.
Beberapa saham yang mencatat kenaikan harga antara lain DSSA yang naik Rp1.250 menjadi Rp69.775 per saham, PGUN naik Rp325 menjadi Rp8.750, serta AADI yang menguat Rp325 ke Rp10.950 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan di antaranya DCII yang turun Rp7.875 menjadi Rp201.825 per saham, SINI melemah Rp925 ke Rp11.100, serta POLU yang turun Rp600 ke Rp14.525 per saham.
Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain CHEM dengan frekuensi 35.532 kali senilai Rp88 miliar, diikuti ENRG sebanyak 31.417 kali senilai Rp283 miliar, serta BUMI sebanyak 30.711 kali dengan nilai transaksi Rp468 miliar.
Pada indeks LQ45, saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam (top losers) dipimpin oleh Barito Renewables Energy Tbk (BREN yang turun 6,82%. Disusul Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang melemah 5,47% serta Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 5,14%.
Sebaliknya, saham yang mencatat penguatan (top gainers) di LQ45 antara lain Mitra Adiperkasa Tbk yang naik 3,6%, AKR Corporindo Tbk yang menguat 3,35%, serta Adaro Andalan Indonesia Tbk yang naik 3,06%.


