back to top

IHSG Lanjut Reli, ASII dan BRPT Pimpin LQ45

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (19/1/2026). IHSG naik 58,46 poin atau 0,64% ke level 9.133,87.

Penguatan IHSG ditopang oleh enam indeks sektoral, sementara lima sektor lainnya masih berada di zona merah.

Sektor dengan penguatan terbesar berasal dari IDX Sektor Barang Konsumen Siklikal yang melonjak 2,45%. Selanjutnya IDX Sektor Energi menguat 0,96% dan IDX Sektor Infrastruktur naik 0,90%.

Di sisi lain, tekanan datang dari IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang turun 1,23%, diikuti IDX Sektor Kesehatan yang melemah 0,86%, serta IDX Sektor Teknologi yang terkoreksi 0,28%.

Dari sisi perdagangan, total volume transaksi saham di Bursa Efek Indonesia hari ini mencapai 84,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp35,46 triliun. Tercatat sebanyak 377 saham menguat, 318 saham melemah, dan 110 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan, di antaranya Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang naik Rp3.075 ke Rp114.075 per saham, DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat Rp2.525 ke Rp220.525 per saham, serta Pollux Properti Indonesia Tbk (POLU) yang naik Rp2.100 ke Rp29.200 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain CTBN yang turun Rp825 ke Rp7.350 per saham, TCPI melemah Rp700 ke Rp9.450 per saham, serta DATA yang turun Rp500 ke Rp5.125 per saham.

Dari sisi likuiditas, Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham teraktif diperdagangkan dengan frekuensi 228.150 kali transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp2,4 triliun. Disusul INET dengan 162.149 kali transaksi senilai Rp1,2 triliun dan ZATA sebanyak 96.920 kali transaksi dengan nilai Rp222 miliar.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, Astra International Tbk (ASII) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,96%. Selanjutnya Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,24% dan AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 3,60%.

Sebaliknya, saham LQ45 yang berada di zona merah dipimpin oleh Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkoreksi 4,90%, diikuti Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 4,67%, serta Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang melemah 3,06%.

Artikel Terkait

HDFA Setujui Penjaminan Aset dan Tak Ada Dividen

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

GUNA Tetapkan Dividen Rp7,46 per Lembar, Cum 9 Juni

PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) memutuskan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp7,46 per saham dari laba tahun buku 2025.

SMKL Siapkan Dividen Rp10,25M, Cum Date Besok!

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp10,25 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru