Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan sesi I, Jumat (27/2/2026). IHSG terkoreksi 25,93 poin atau 0,31% ke level 8.209,32.
Pelemahan ini dipicu oleh tekanan di mayoritas indeks sektoral. Sektor transportasi memimpin koreksi dengan penurunan 1,53%, diikuti keuangan 0,79%, infrastruktur 0,64%, properti dan real estate 0,23%, energi 0,20%, kesehatan 0,14% serta teknologi 0,09%.
Namun tidak semua sektor melemah. Empat sektor justru mencatatkan penguatan signifikan, dipimpin perindustrian yang melonjak 3,34%. Disusul barang baku naik 0,68%, barang konsumen non primer 0,67% dan barang konsumen primer 0,19%.
Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga siang mencapai 26,48 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,26 triliun. Sebanyak 420 saham terkoreksi, 239 saham menguat dan 156 saham stagnan, mencerminkan tekanan jual masih dominan.
Di indeks LQ45, tekanan datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar, United Tractors Tbk (UNTR) turun 4,61% ke Rp29.000, Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah 2,60% ke Rp6.550 dan Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 1,86% ke Rp6.600
Sementara itu, penguatan tertinggi di LQ45 dibukukan oleh: Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 4,93% ke Rp7.450, Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 3,08% ke Rp7.525 dan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 3,04% ke Rp2.370.


