Emitentrust.com – IHSG kembali tertekan pada awal pekan. Pada perdagangan sesi pertama Senin (8/6/2026), IHSG jatuh 160,46 poin atau 2,87% ke level 5.434,306 seiring meningkatnya tekanan di pasar keuangan global.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak volatil dengan level tertinggi di 5.594 dan sempat menyentuh level terendah 5.346 setelah dibuka pada posisi 5.594.
Tekanan jual terjadi di seluruh sektor tanpa terkecuali. Pelemahan terdalam dipimpin sektor kesehatan yang turun 6,01%, disusul sektor infrastruktur yang terkoreksi 4,72%, serta sektor barang konsumen non-primer (cyclicals) yang melemah 3,99%.
Koreksi yang terjadi menunjukkan sentimen negatif masih mendominasi pasar setelah tekanan besar yang terjadi sepanjang pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 20,4 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,9 triliun. Sebanyak 646 saham melemah, hanya 88 saham menguat, sementara 79 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Citrabuana Tbk (CTBN) melonjak Rp1.225 menjadi Rp7.450 per saham. Kemudian PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik Rp420 menjadi Rp2.650 per saham dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat Rp275 menjadi Rp1.580 per saham.
Sebaliknya, saham yang mengalami tekanan terbesar antara lain PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang turun Rp5.125 menjadi Rp175.125 per saham. Disusul PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang melemah Rp1.800 menjadi Rp10.200 per saham dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp1.275 menjadi Rp12.525 per saham.
Untuk saham teraktif, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diperdagangkan sebanyak 139.867 kali dengan nilai transaksi Rp1,7 triliun. Selanjutnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat 64.401 kali transaksi senilai Rp1,06 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 63.843 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp2,02 triliun.
Di kelompok saham LQ45, tekanan terbesar dialami PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang anjlok 11,96% ke Rp2.430 per saham. Kemudian PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) merosot 7,14% ke Rp2.080 per saham dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) turun 6,12% ke Rp1.765 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang masih mampu bertahan di zona hijau dalam indeks LQ45 dipimpin oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 5,99% ke Rp460 per saham. Disusul PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 4,64% ke Rp1.465 per saham dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 1,22% ke Rp3.330 per saham.


