Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Kamis (9/4/2026). IHSG tercatat melemah tipis 11,176 poin atau 0,15% ke level 7.268,03.
Pelemahan ini terjadi di tengah dominasi sektor-sektor yang bergerak di zona merah. Sektor perindustrian menjadi penekan terbesar dengan koreksi 1,73%, diikuti sektor keuangan yang turun 0,8% serta sektor kesehatan yang melemah 0,67%.
Tekanan juga terlihat pada sektor teknologi yang turun 0,6%, sektor barang konsumen primer melemah 0,54%, serta sektor barang baku yang turun 0,52%. Sementara itu, sektor properti dan real estate terkoreksi 0,29% dan sektor infrastruktur turun 0,27%.
Di sisi lain, sejumlah sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,17%. Disusul sektor barang konsumen non-primer yang menguat 0,86% serta sektor transportasi dan logistik yang naik 0,41%.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 16,64 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,84 triliun. Sebanyak 360 saham tercatat melemah, 275 saham menguat, dan 173 saham stagnan.
Beberapa saham mencatatkan kenaikan harga, di antaranya ITMG yang naik Rp825 menjadi Rp27.000 per saham, MKPI yang menguat Rp625 ke Rp23.500, serta ROCK yang naik Rp440 menjadi Rp2.920 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya UNTR yang turun Rp1.175 ke Rp29.925, POLU melemah Rp550 ke Rp14.425, serta IFSH yang terkoreksi Rp270 ke Rp2.980 per saham.
Untuk saham teraktif, KUAS, YELO, dan Barito Pacific Tbk menjadi yang paling banyak diperdagangkan sepanjang sesi pertama.
Pada indeks LQ45, tekanan terlihat pada sejumlah saham unggulan seperti Mitra Adiperkasa Tbk yang turun 3,79%, United Tractors Tbk melemah 3,78%, serta Amman Mineral Internasional Tbk yang terkoreksi 3,62%.
Di sisi lain, penguatan signifikan dicatat Dian Swastatika Sentosa Tbk yang melonjak 15,3%, diikuti Barito Renewables Energy Tbk naik 6% dan Barito Pacific Tbk yang menguat 4,25%.


