back to top

Free Float OASA 47,83%, Gafur Umar Jadi Pengendali Tunggal

Emitentrust.com – PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melaporkan posisi free float saham sebesar 47,83% per akhir Maret 2026, relatif stagnan dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Bulanan Pemegang Efek (LBRE) pada Rabu (8/4) jumlah saham free float tercatat sebanyak 3,036 miliar saham dari total saham tercatat 6,34 miliar saham.

Sementara itu, saham publik non-warkat yang dimiliki investor di bawah 5% mencapai sekitar 3,45 miliar saham atau setara 54,51%.

Meski demikian, perhitungan free float telah disesuaikan dengan ketentuan Bursa, termasuk mengeluarkan kepemilikan saham oleh pihak pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, serta saham treasuri.

Dari sisi struktur kepemilikan, Ir. Gafur Sulistyo Umar, MBA tercatat sebagai pemegang saham pengendali sekaligus pemilik manfaat akhir (beneficial owner) dengan kepemilikan sebesar 35,25% atau setara 2,23 miliar saham.

Selain itu, terdapat dua pemegang saham utama lainnya dengan kepemilikan signifikan yaitu PT And Indonesia sebesar 5,24% dan PT Maharaksa Biru Indonesia sebesar 5%.

Jumlah investor OASA mengalami penurunan cukup signifikan. Jumlah pemegang saham tercatat turun dari 33.076 menjadi 28.434 investor, atau berkurang sebanyak 4.642 investor dalam sebulan.

Perseroan menegaskan bahwa seluruh penyajian data, termasuk perhitungan free float, telah sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia yang berlaku.

Artikel Terkait

BEI Layangkan Surat ke Emiten Milik Hapsoro (BUVA)

Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat ke emiten milik Hapsoro yaitu PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) terkait volatilitas transaksi saham Perseroan beberapa terakhir ini.

BEI Umumkan Daftar Margin Terbaru! CUAN, GOTO, AMMN Masih Bertahan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan daftar terbaru efek yang dapat ditransaksikan dan dijaminkan dalam transaksi margin untuk periode Juni 2026.

Bos Besar PYFA Mundur, Kenapa?

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengumumkan pengunduran diri Robby Yulianto dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Perseroan. Pengunduran diri tersebut diterima manajemen pada 20 Mei 2026 dan akan berlaku efektif setelah memperoleh

Populer 7 Hari

Berita Terbaru