IHSG Tutup Akhir Pekan Naik 0,37%, BUMI Jadi Saham Teraktif
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/8/2026). IHSG melanjutkan penguatan dari perdagangan sehari sebelumnya dengan naik 24,10 poin atau 0,37% ke level 6.525,69.
Penguatan IHSG ditopang oleh enam indeks sektoral yang bergerak positif. Sektor IDX Infrastruktur menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,47%.
Selanjutnya, IDX Keuangan menguat 0,32%, IDX Barang Konsumer Primer naik 0,23%, IDX Perindustrian meningkat 0,15%, IDX Perindustrian dan Logistik naik 0,15%, serta IDX Energi menguat 0,14%.
Sementara itu, lima sektor lainnya berakhir di zona merah. IDX Kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni turun 0,88%.
Kemudian, IDX Transportasi melemah 0,48%, IDX Teknologi turun 0,46%, IDX Properti dan Real Estate terkoreksi 0,18%, serta IDX Barang Konsumer Non-Primer turun 0,18%.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 53,24 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,99 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham ditutup menguat, 294 saham melemah, dan 178 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan. Saham SINI melonjak Rp725 menjadi Rp1.075 per saham.
Kemudian, saham ALKA menguat Rp560 menjadi Rp4.580 per saham, sementara BLUE naik Rp410 menjadi Rp2.810 per saham.
Di sisi lain, saham BYAN menjadi salah satu saham dengan penurunan harga terbesar, yakni turun Rp650 menjadi Rp15.525 per saham.
Saham SRAJ terkoreksi Rp250 menjadi Rp14.100 per saham, sedangkan ADES turun Rp250 menjadi Rp32.750 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, BUMI menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang sesi Jumat. Saham tersebut mencatatkan 91.410 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp1,22 triliun.
Berikutnya, KIJA diperdagangkan sebanyak 63.832 kali dengan nilai transaksi Rp350 miliar. Sementara PIPA tercatat berpindah tangan sebanyak 63.654 kali dengan nilai transaksi Rp193 miliar.
Di jajaran saham LQ45, Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi top gainer dengan kenaikan 4,73% ke level Rp1.440 per saham.
Posisi berikutnya ditempati Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menguat 3,90% menjadi Rp3.730 per saham, disusul Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 3,16% ke level Rp196 per saham.
Sementara itu, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi saham dengan pelemahan terdalam di jajaran LQ45, yakni turun 2,18% menjadi Rp1.795 per saham.
Selanjutnya, Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terkoreksi 2,11% ke Rp1.390 per saham dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 1,82% menjadi Rp540 per saham.