Emitentrust.com- PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih Rp5,82 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh sekitar 10,3% dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp5,27 triliun, seiring stabilnya pendapatan dan efisiensi biaya operasional.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang diterbitkan Senin (9/2) disebutkan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,51 triliun, naik dari Rp4,91 triliun pada 2024. Sementara laba per saham dasar meningkat menjadi Rp170,84, dari sebelumnya Rp152,27 per saham.
Pendapatan Indosat pada 2025 tercatat Rp56,52 triliun, naik tipis dari Rp55,89 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar tetap berasal dari segmen selular sebesar Rp47,36 triliun, disusul layanan multimedia, data, dan internet (MIDI) senilai Rp8,34 triliun.
Di sisi lain, pendapatan telekomunikasi tetap tercatat menurun menjadi Rp817,59 miliar, mencerminkan pergeseran berkelanjutan pelanggan ke layanan berbasis data.
Total beban Indosat relatif terkendali di level Rp45,24 triliun, meski beban penyusutan dan amortisasi masih cukup besar mencapai Rp15,83 triliun. Beban keuangan juga berhasil ditekan menjadi Rp4,20 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini mendorong laba sebelum pajak naik menjadi Rp7,28 triliun, dari Rp6,73 triliun pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset Indosat per akhir 2025 mencapai Rp118,63 triliun, meningkat dari Rp114,39 triliun. Kenaikan aset terutama ditopang oleh aset tetap Rp75,10 triliun serta goodwill dan aset takberwujud Rp19,76 triliun.
Pos kas dan setara kas juga meningkat menjadi Rp5,08 triliun, mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga di tengah belanja modal dan kewajiban pendanaan.
Liabilitas Masih Tinggi, Ekuitas Menguat
Total liabilitas tercatat Rp79,12 triliun, dengan liabilitas jangka panjang mendominasi. Sementara itu, ekuitas Indosat naik menjadi Rp39,51 triliun, dari Rp36,65 triliun pada tahun sebelumnya, didorong oleh kenaikan saldo laba menjadi Rp17,26 triliun.
Sepanjang 2025, Indosat juga tetap membagikan dividen tunai Rp2,70 triliun kepada pemegang saham, menegaskan komitmen Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan imbal hasil investor.


