Emitentrust.com- Emiten telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menandai babak baru transformasi bisnisnya usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan fokus besar pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin pertumbuhan masa depan.
Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha menegaskan bahwa strategi AI North Star menjadi arah utama perseroan dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi pemegang saham.
“Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin untuk mendorong kinerja dan menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham,” ujarnya.
Transformasi ini mendorong Indosat berevolusi dari perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi AI-native telco, bahkan menuju AI TechCo. Perseroan mengintegrasikan AI ke dalam seluruh lini operasional untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, efisiensi, hingga produktivitas.
Sebagai bagian dari ekspansi, Indosat juga memperkuat kolaborasi global dengan NVIDIA, termasuk memanfaatkan teknologi accelerated computing dan model AI terbuka untuk menghadirkan solusi berbasis AI di Indonesia. Salah satu inisiatif utamanya adalah peluncuran platform SahabatAI yang ditujukan untuk memperluas akses dan pemanfaatan AI di berbagai sektor.
Selain itu, perseroan mengembangkan infrastruktur AI Grid berbasis jaringan nasional guna mempercepat distribusi komputasi AI secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di luar kota besar.
Di sisi korporasi, RUPST menyetujui perubahan susunan pengurus dengan mengangkat Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi. Sementara itu, Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan.
Rapat juga menyetujui pemberhentian Ahmad Zulfikar sebagai Direktur dan Achmad Syah Reza sebagai Komisaris, disertai apresiasi atas kontribusi mereka selama masa jabatan.
Tak hanya fokus pada transformasi bisnis, Indosat juga tetap memberikan imbal hasil kepada investor. RUPST menyetujui pembagian dividen jumbo sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.
Dengan strategi terintegrasi berbasis AI dan dukungan kepemimpinan baru, Indosat optimistis mampu mempercepat pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem digital Indonesia.


