back to top

INKP Ungkap Free Float, Cucu Pendiri Sinarmas Grup Pemilik Akhir

Emitentrust.com – Komposisi kepemilikan saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mengalami perubahan tipis per akhir Maret 2026. Porsi saham publik atau free float tercatat meningkat menjadi 40,21%, dari sebelumnya 39,97%.

Kenaikan ini ditopang oleh bertambahnya saham publik non-warkat yang kini mencapai sekitar 2,20 miliar saham, naik dari posisi bulan sebelumnya 2,18 miliar saham. Sementara total saham tercatat tetap di level 5,47 miliar saham, menunjukkan tidak adanya aksi korporasi yang mengubah jumlah saham beredar.

Meski porsi publik meningkat, struktur pengendalian tetap terkonsentrasi. PT APP Purinusa masih menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan 58,31%, menegaskan dominasi grup Sinar Mas dalam perusahaan.

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari INKP berada dalam entitas yang terafiliasi dengan kelompok usaha tersebut yakni cucu pendiri Sinarmas Grup Jackson Wijaya Limantara. Dengan kata lain, kendali efektif perusahaan masih berada dalam satu lingkaran grup yang sama, meskipun saham publik terus bertambah.

Di sisi lain, kepemilikan oleh manajemen sangat terbatas. Direksi hanya memegang sekitar 226.800 saham atau setara 0,0041%, mencerminkan rendahnya keterlibatan langsung pengurus dalam kepemilikan saham.

Dari sisi likuiditas, kondisi saham INKP terbilang sehat. Tidak terdapat saham dalam status treasury, lock-up, maupun blokir, sehingga hampir seluruh saham publik dapat diperdagangkan secara bebas di pasar.

Artikel Terkait

Rajawali Kapital Borong Saham ARCI Rp1,95T Saat Harga Turun

ARCI, Archi Indonesia Tbk (ARCI), Rajawali Kapital Emas, kepemilikan saham, afiliasi, tambang emas, Tajawali grup

Free Float SMIL Mentok! Muncul Nama Maybank Sekuritas 5,14%

Struktur kepemilikan saham PT Sarana Mitra Luas Tbk menunjukkan dominasi kuat pemegang kendali. Hingga akhir Maret 2026, porsi saham publik (free float) emiten ini tercatat hanya 15,39%,

Kuota Dipangkas ESDM, Pendapatan KKGI Terancam Turun di 2026

Emiten batu bara Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menghadapi potensi tekanan kinerja pada tahun buku 2026. Hal ini menyusul keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM

Populer 7 Hari

Berita Terbaru