Emitentrust.com – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp78,63 miliar pada semester I-2026. Realisasi tersebut turun tipis 1,59% dibandingkan laba bersih Rp79,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan meningkat 0,95% menjadi Rp672,86 miliar dari Rp666,51 miliar pada semester I-2025. Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp485,55 miliar dari Rp482,09 miliar, sehingga laba bruto turun 1,54% menjadi Rp184,41 miliar dibandingkan Rp187,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di tingkat operasional, laba usaha tercatat Rp94,95 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp95,29 miliar pada semester I-2025. Kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan bunga sebesar 52,11% menjadi Rp15,40 miliar dari Rp10,12 miliar, serta berbaliknya kinerja selisih kurs menjadi laba Rp2,67 miliar dari rugi Rp6,62 miliar pada tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp14,61 miliar, melonjak dari Rp1,93 miliar.
Meski demikian, laba sebelum pajak turun 6,13% menjadi Rp107,12 miliar dari Rp114,12 miliar. Setelah dikurangi beban pajak kini sebesar Rp24,06 miliar, laba periode berjalan tercatat Rp90,06 miliar, meningkat 4,97% dibandingkan Rp85,79 miliar pada semester I-2025. Dari jumlah tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp78,63 miliar.
Laba per saham dasar turut meningkat menjadi Rp11,66 dari Rp11,56 pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset JTPE per 30 Juni 2026 tercatat Rp2,75 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,76 triliun.
Total liabilitas turun sekitar 9,35% menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,37 triliun, terutama karena penurunan utang usaha dan utang pajak. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp1,38 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp1,51 triliun pada akhir 2025, seiring pembagian dividen dan peningkatan nilai saham treasuri melalui aksi buyback.
Di sisi arus kas, kas dan setara kas turun menjadi Rp670,46 miliar dari Rp1,22 triliun pada akhir 2025. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh arus kas operasi yang negatif sebesar Rp388,45 miliar, pembayaran dividen Rp212,03 miliar, serta pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp28,09 miliar.
Pada perdagangan hari ini Selasa (4/8) saham JTPE naik 0,85 persen ke level Rp590 per lembar.


