Emitentrust.com – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adanya isu rencana divestasi aset yang tengah beredar di publik.
Dalam keterbukaan informasi BEI, manajemen BIPI menyampaikan bahwa Perseroan saat ini memang sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah calon pembeli potensial terkait rencana divestasi anak usaha di sektor pertambangan batu bara.
Namun demikian, BIPI menegaskan bahwa proses tersebut masih berada pada tahap awal. Hingga saat ini, belum terdapat penandatanganan dokumen apa pun yang bersifat mengikat, baik Letter of Intent (LoI) maupun Conditional Share Purchase Agreement (CSPA).
“Rencana divestasi masih dalam tahap penjajakan dan belum ada kesepakatan dengan pihak mana pun,” tulis manajemen dalam tanggapan resminya.
Perseroan juga menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi internal serta komunikasi dengan calon pembeli, sehingga belum dapat mengungkapkan secara rinci entitas anak usaha mana yang akan didivestasikan.
Langkah penjajakan divestasi ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis.
Manajemen menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan struktur portofolio investasi sekaligus mempercepat peralihan menuju sektor energi yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, Perseroan berencana memperkuat fokus pada pengembangan infrastruktur energi bersih dan energi terbarukan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Perseroan ingin menciptakan portofolio yang lebih seimbang antara kinerja jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang,” jelas manajemen.
Meski demikian, struktur portofolio pasca divestasi masih akan sangat bergantung pada realisasi transaksi serta peluang investasi yang tersedia ke depan.
Perseroan juga memastikan akan menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan secara tepat waktu apabila terdapat perkembangan material, termasuk jika terjadi penandatanganan kesepakatan awal maupun perjanjian yang mengikat.
Hingga saat ini, manajemen menegaskan belum terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham Perseroan.


