Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama, Senin (15/6/2026), dengan penguatan sangat tajam. IHSG melonjak 302,07 poin atau 5,03% ke level 6.309,73, didorong aksi beli masif di seluruh sektor.
Reli besar ini terjadi setelah seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak berada di zona hijau. Sektor barang baku menjadi pendorong utama dengan lonjakan 9,70%, disusul sektor energi yang naik 5,81% dan sektor perindustrian yang menguat 5,67%.
Kenaikan signifikan juga terjadi di sektor lain, memperkuat sentimen positif pasar secara menyeluruh.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai dengan volume mencapai 33,25 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,19 triliun. Sebanyak 660 saham tercatat menguat, sementara 86 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Di jajaran saham yang mencatat kenaikan harga, DCII melonjak Rp2.300 menjadi Rp191.100 per lembar. Disusul POLU yang naik Rp1.725 ke level Rp15.750 dan GGRM yang menguat Rp1.000 menjadi Rp16.000 per lembar.
Sebaliknya, beberapa saham mengalami koreksi terbatas. RDTX turun Rp525 menjadi Rp13.775, SMMA melemah Rp475 ke Rp23.025, dan SRAJ terkoreksi Rp425 menjadi Rp10.575 per lembar.
Saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin oleh BUMI dengan frekuensi 123.88 kali senilai Rp1,4 triliun. Disusul TPIA sebanyak 94.523 kali transaksi senilai Rp1,5 triliun dan DSSA sebanyak 67.855 kali dengan nilai Rp707 miliar.
Di jajaran LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi top gainers dengan kenaikan 20%, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 17,83% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 15,65%.
Sementara itu, saham yang masuk daftar top losers LQ45 dipimpin oleh PT Adaro Andalan Internasional Tbk (ADRO) yang turun 1,73%, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang melemah 0,82% dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang terkoreksi 0,80%..


