back to top

Laba 2025 Melejit 197%, PTRO Putuskan Puasa Dividen

Emitentrus.com – Emiten jasa tambang dan energi milik Prajogo Pangestu , PT Petrosea Tbk (PTRO), resmi memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 April 2026.

Dalam rapat yang dihadiri 74,29% pemegang saham, seluruh agenda disetujui, termasuk penggunaan laba bersih yang sepenuhnya ditahan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis ke depan.

” Keputusan ini menegaskan fokus perseroan pada pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah strategi diversifikasi usaha yang tengah dijalankan,” tulis Anto Broto Approver PTRO dalam risalah RUPST Jumat (10/4)

Selain keputusan dividen, RUPS juga menyetujui pengangkatan kembali jajaran manajemen hingga 2029.

Komisaris

  • Osman Sitorus selaku Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen
  • Erwin Ciputra selaku Komisaris
  • Djauhar Maulidi selaku Komisaris
  • Prof. Ginandjar Kartasasmita selaku Komisaris
  • Jenderal Pol (Purn.) Drs. Sutanto selaku Komisaris
  • Dr. Setia Untung Arimuladi S.H., M. Hum selaku Komisaris

Direksi

  • Michael selaku Presiden Direktur
  • Bapak Kartika Hendrawan selaku Direktur
  • Bapak Ruddy Santoso selaku Direktur
  • Ibu Meinar Kusumastuti selaku Direktur
  • Iman Darus Hikhman selaku Direktur

RUPS juga mengesahkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dengan opini wajar, serta menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2026.

Selain itu, pemegang saham memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menentukan remunerasi direksi, dengan tetap mempertimbangkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi.

Pada perdagangan hari ini Jumat (10/4) saham PTRO naik 7,14 persen ke level Rp5.625 per lembar

Sebagai informasi Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), mencatat laba bersih US$28,80 juta hingga 31 Desember 2025, melonjak 197% secara tahunan, atau nyaris tiga kali lipat dari US$9,69 juta pada 2024 lalu.

Melonjaknya laba bersih Perseroan didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang juga tumbuh 28% menjadi US$886,45 juta.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, semua segmen bisnis mengalami pertumbuhan, kecuali segmen jasa. Nilai penjualan batu bara juga tampak menyusut 18,9% menjadi US$52 juta.

Namun, dua pilar bisnis PTRO, yaitu penambangan serta konstruksi dan rekayasa, naik masing-masing 34,2% dan 26,9% menjadi US$389,3 juta dan US$379,8 juta.

Kemudian, kontribusi segmen bisnis baru, yaitu EPCI minyak bumi dan gas lepas pantai, kini sudah mencapai US$32,9 juta, atau 3,7% dari total pendapatan PTRO per 2025.

Capaian ini sesuai dengan target PTRO untuk mencetak 4% dari pendapatan Perseroan pada 2025 dari segmen EPCI lepas pantai tersebut, terutama setelah aksi akuisisi Grup Hafar.

Beban pokok pendapatan juga membengkak 28,9%, namun laba kotor masih mampu naik 24% menjadi US$112,22 juta, meski margin sedikit merosot dari 13% menjadi 12,65%.

Artikel Terkait

Wong Kevin Diam-diam Borong 13,7 Juta Saham BULL, Ada Apa?

Emiten pelayaran migas PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menyampaikan bahwa Wong Kevin selaku direktur tercatat menambah kepemilikan saham secara signifikan pada 8 April 2026.

BEI Soroti 9 Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Daftarnya

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti fenomena high shareholder concentration (HSC) atau kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada pihak tertentu.

Siap-Siap! BEI Bakal Kebanjiran Emiten Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan masih terdapat 13 perusahaan dalam pipeline IPO yang berpotensi melantai di pasar modal hingga pertengahan tahun ini.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru