EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Laba ITSEC Asia (CYBR) Ambles 6,5%, Pendapatan Rontok 12,7% di Semester I 2026

Oleh Komarudin 31 Aug 2026 08:20 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp34,35 miliar pada semester I 2026, turun 6,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp36,74 miliar.

Penurunan laba tersebut terjadi di tengah tekanan pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan interim yang berakhir pada 30 Juni 2026, CYBR membukukan pendapatan bersih Rp201,16 miliar, merosot 12,73% dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp230,45 miliar.

Dari sisi profitabilitas, tekanan lebih terlihat pada laba kotor. Laba kotor ISEC turun 40,38% menjadi Rp71,59 miliar dari sebelumnya Rp120,08 miliar.

Penurunan laba kotor tersebut terjadi karena beban pokok pendapatan justru meningkat. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp129,57 miliar, naik 17,40% dibandingkan Rp110,37 miliar pada semester I 2025.

Dengan demikian, margin laba kotor CYBR menyusut dari sekitar 52,10% pada semester I 2025 menjadi sekitar 35,59% pada semester I 2026.

Beban umum dan administrasi juga meningkat 10,69% menjadi Rp79 miliar dari Rp71,37 miliar.

Kombinasi penurunan pendapatan, kenaikan beban pokok pendapatan dan meningkatnya beban umum serta administrasi membuat laba usaha CYBR anjlok 85,97% menjadi hanya Rp5,96 miliar. Pada semester I 2025, laba usaha perseroan masih mencapai Rp42,50 miliar.

Pendapatan lain-lain bersih pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp13,37 miliar, berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan beban lain-lain bersih Rp6,21 miliar.

Selain itu, CYBR mencatat manfaat pajak penghasilan Rp28,93 miliar, berbanding terbalik dengan beban pajak penghasilan Rp5,06 miliar pada semester I 2025.

Alhasil, laba sebelum pajak CYBR turun tajam 87,03% menjadi Rp5,42 miliar dari Rp41,81 miliar. Setelah memperhitungkan manfaat pajak tersebut, laba bersih periode berjalan mencapai Rp34,35 miliar.

Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali tercatat Rp379,77 juta, berbalik dari rugi Rp147.181 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah tekanan kinerja operasional, posisi keuangan CYBR menunjukkan pertumbuhan.

Total aset per 30 Juni 2026 mencapai Rp485,42 miliar, meningkat 16,55% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp416,50 miliar.

Aset lancar tercatat Rp351,06 miliar, naik 13,61% dari Rp309,01 miliar. Sementara aset tidak lancar meningkat 25,01% menjadi Rp134,36 miliar dari Rp107,48 miliar.

Pada sisi liabilitas, total kewajiban CYBR mencapai Rp173 miliar, naik 7,95% dari Rp160,27 miliar pada akhir 2025.

Adapun total ekuitas meningkat 21,93% menjadi Rp312,42 miliar dari Rp256,23 miliar.

Kenaikan ekuitas tersebut antara lain ditopang tambahan modal disetor dari pelaksanaan waran sebesar Rp21,91 miliar serta laba bersih periode berjalan.

Saldo laba yang sebelumnya sebesar Rp2,88 miliar pada akhir 2025 juga meningkat menjadi Rp36,85 miliar per 30 Juni 2026.

Dari sisi arus kas, CYBR mencatat perkembangan positif. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp13,40 miliar, berbalik positif dibandingkan semester I 2025 yang mencatat arus kas operasi negatif Rp11,99 miliar.

Perbaikan tersebut terjadi meskipun penerimaan kas dari pelanggan turun 11,87% menjadi Rp192,33 miliar dari Rp218,24 miliar.

Sementara itu, aktivitas investasi menyerap kas sebesar Rp32,86 miliar, meningkat 146,75% dibandingkan Rp13,32 miliar pada semester I 2025.

Penggunaan kas tersebut antara lain untuk penempatan uang muka pembelian aset tetap Rp14,51 miliar, perolehan aset takberwujud Rp11,47 miliar dan perolehan aset tetap Rp6,89 miliar.

Dari aktivitas pendanaan, CYBR memperoleh kas bersih Rp22,65 miliar, turun 58,63% dibandingkan Rp54,77 miliar pada semester I 2025. Salah satu sumber utama berasal dari penerimaan penjualan saham waran sebesar Rp23,37 miliar.

Alhasil, kas dan bank pada akhir Juni 2026 tercatat Rp21,16 miliar, naik sekitar 18,00% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp17,86 miliar. Namun, posisi tersebut masih turun 48,53% dibandingkan kas dan bank Rp41,11 miliar pada akhir Juni 2025.

Topik terkait
CYBR PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) laba bersih semester I 2026 turun 6 52% emiten teknologi