Emitentrust.com- PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menghadapi dinamika kinerja sepanjang 2025. Di satu sisi, pendapatan tol terus tumbuh dan kas menguat. Namun di sisi lain, laba bersih justru mengalami penurunan dua digit.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang diterbitkan Selasa (3/3) disebutkan, Jasa Marga membukukan laba bersih Rp4,81 triliun, turun sekitar 14,3% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp5,61 triliun.
Sepanjang 2025, pendapatan tol tercatat Rp18,15 triliun, naik 5,4% dari Rp17,22 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan usaha lainnya juga meningkat menjadi Rp1,66 triliun.
Namun, perlambatan signifikan terjadi pada pendapatan konstruksi yang turun 22,6% menjadi Rp10,08 triliun dari Rp13,02 triliun. Penurunan ini membuat total pendapatan konsolidasi terkoreksi 5,9% menjadi Rp29,89 triliun.
Meski demikian, laba bruto tetap naik menjadi Rp11,79 triliun dari Rp11,31 triliun.
Laba usaha tercatat Rp9,65 triliun, naik tipis 1,5% dibandingkan 2024. Penurunan biaya keuangan sebesar 10,5% menjadi Rp3,60 triliun turut membantu menjaga kinerja operasional.
Laba sebelum pajak naik menjadi Rp6,35 triliun. Namun setelah memperhitungkan pajak, laba tahun berjalan turun menjadi Rp4,81 triliun.
Laba per saham (EPS) ikut turun menjadi Rp504, dari Rp625 pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, ekspansi Jasa Marga masih terlihat agresif. Total aset meningkat 7,6% menjadi Rp159,99 triliun.
Hak pengusahaan jalan tol mendominasi dengan nilai Rp140,97 triliun, naik dibanding tahun sebelumnya Rp132,00 triliun.
Kas dan setara kas juga naik signifikan 31,8% menjadi Rp6,75 triliun.
Namun, ekspansi tersebut diiringi kenaikan total liabilitas menjadi Rp97,63 triliun, naik 8,6% dari Rp89,88 triliun. Utang bank jangka panjang tercatat Rp68,80 triliun, sementara utang obligasi mencapai Rp2,54 triliun.
Total ekuitas tumbuh menjadi Rp62,36 triliun dari Rp58,83 triliun.


