Emitentrust.com – PT Bank Panin Tbk (PaninBank) mencatat laba bersih sebesar Rp743,3 miliar pada kuartal I 2026, turun tipis 0,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah peningkatan pencadangan yang dilakukan Perseroan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penurunan kualitas kredit.
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo menjelaskan bahwa biaya pencadangan naik signifikan 33,16% menjadi Rp350,7 miliar, yang menekan laba bersih meskipun kinerja operasional tetap tumbuh.
Secara operasional, laba sebelum pencadangan dan pajak (PPOP) justru meningkat 5,40% menjadi Rp1,29 triliun. Net Interest Income (NII) juga naik menjadi Rp2,33 triliun, dengan Net Interest Margin (NIM) membaik ke level 4,60%.
Dari sisi neraca, total aset PaninBank tercatat sebesar Rp225,36 triliun, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit mengalami kontraksi 3,27% menjadi Rp140,34 triliun seiring strategi penyaluran kredit yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas portofolio.
.Di sisi pendanaan, dana murah menjadi fokus utama dengan pertumbuhan giro mencapai 14,7% menjadi Rp13,52 triliun. Sementara itu, rasio permodalan tetap sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 37,07%.
Likuiditas juga terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 89,05%, memberikan ruang bagi ekspansi kredit ke depan. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat membaik menjadi 3,00%, sementara NPL net berada di level 1,11%.
Sebagai bagian dari transformasi digital, PaninBank juga meluncurkan aplikasi mobile banking terbaru, MyPanin, pada Februari 2026 untuk meningkatkan pengalaman nasabah di tengah persaingan layanan digital perbankan.


