Emitentrust.com- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memberikan penjelasan ke Bursa Efek Indonesia(BEI) terkait transaksi afiliasi dengan mengalihkan dua anak bisnis makanan, yakni PT Sunshine Food International (SFI) dan PT Prima Cipta Lestari (PCL), kepada entitas anak PT Matahari Putra Prima Tbk.(MPPA).
Manajemen menegaskan, langkah ini bukan sekadar divestasi biasa, melainkan bagian dari strategi besar untuk “bersih-bersih” portofolio dan kembali fokus ke bisnis inti: real estate.
Transaksi tersebut bahkan telah rampung pada 1 April 2026. “Pengalihan ini dilakukan untuk penyelarasan dan optimalisasi portofolio usaha, sekaligus memperkuat fokus pada pengembangan bisnis properti,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Kamis (16/4)..
Dengan melepas bisnis food service yang selama ini tergolong non-core, LPKR menilai struktur usaha akan menjadi lebih ramping. Kompleksitas operasional pun berkurang, sehingga manajemen bisa lebih fokus mengelola aset properti.
Langkah ini juga membuka ruang bagi optimalisasi sumber daya—baik dari sisi keuangan maupun manajerial—yang sebelumnya tersebar ke berbagai lini usaha.
Menariknya, kinerja dua entitas yang dilepas menunjukkan dinamika berbeda. SFI sempat mencatat rugi bersih Rp5,7 miliar pada 2025, berbalik dari laba tahun sebelumnya. Sementara PCL masih mencetak laba tipis meski skalanya relatif kecil.
Pasca transaksi, LPKR menegaskan akan tancap gas di sektor properti dengan sejumlah fokus utama, seperti pengembangan kawasan terpadu (township & mixed-use), optimalisasi landbank, peningkatan recurring income dari aset komersial dan sinergi dengan sektor healthcare dan leisure.
Dana hasil divestasi akan digunakan untuk kebutuhan umum korporasi, termasuk mendukung operasional dan modal kerja. Tidak ada indikasi penggunaan untuk aksi korporasi besar lainnya dalam waktu dekat.
Manajemen menegaskan, transaksi ini tidak berdampak material terhadap pengelolaan aset real estate. Pasalnya, bisnis food service memang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan portofolio properti.
Sebaliknya, langkah ini justru diyakini memperkuat kualitas pengelolaan aset dan meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham, jelas manajemen.
Per 31 Maret 2026, komposisi pemegang saham LPKR masih didominasi oleh:
PT Inti Anugerah Pratama (25,79%)
Sierra Corporation (15,88%)
PT Primantara Utama Sejahtera (10,4%)
Publik (42,79%)
LPKR juga memastikan tidak ada informasi material lain yang belum diungkap ke publik terkait transaksi ini yang berpotensi mempengaruhi pergerakan saham.


