back to top

LPPF Grup Lippo Lapor, Free Float 46,8%, UBO Stephen Riady

Emitentrust.com – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka tabir struktur kepemilikan saham terbarunya. Dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Januari 2026, emiten ritel Grup Lippo ini menyebut komposisi pengendali tetap solid, dengan Auric Digital masih menjadi pemegang saham mayoritas.

Berdasarkan laporan kepemilikan yang disampaikan ke BEI Kamis (5/2), Auric Digital tercatat menggenggam 960,02 juta saham atau setara 42,51% kepemilikan LPPF. Porsi tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan tidak adanya pergeseran kendali di tubuh Matahari.

Sementara itu, PT Multipolar Tbk juga masih mempertahankan kepemilikannya sebesar 209,99 juta saham atau 9,3%, menempatkannya sebagai salah satu pemegang saham strategis LPPF.

Free Float Stabil di Atas 46%

Dari sisi struktur pasar, porsi saham free float LPPF tetap terjaga di level 46,81% atau setara dengan 1,057 miliar saham, jauh di atas ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini memberi ruang likuiditas yang relatif sehat bagi pergerakan saham LPPF di pasar.

Perseroan juga masih mencatatkan saham treasuri sebanyak 31 juta saham atau 1,37%, yang tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Menariknya, laporan ini juga menunjukkan lonjakan jumlah pemegang saham. Hingga akhir Januari 2026, jumlah investor LPPF tercatat mencapai 18.065 pemegang saham, naik 2.104 investor dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 15.961 investor.

Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya minat investor ritel terhadap saham LPPF, meskipun struktur pengendali tetap tidak berubah.

Penerima Manfaat Akhir

Dalam laporan tersebut, Perseroan juga mengungkap penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham LPPF, yakni Stephen Riady dan Dr. Andy Adhiwana.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru