back to top

MPXL Amankan Kontrak Limbah Batu Bara Rp19M

Emitentrust.com- PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menyampaikan bahwa berhasil mengamankan kontrak penting bernilai Rp19 miliar yang berkaitan langsung dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah.

Emiten transportasi dan logistik ini resmi menandatangani perjanjian kerja sama triparty terkait pengangkutan dan pemanfaatan limbah abu batubara.

James S. Chandra Direktur/ Corporate Secretary MPXL dalam keterangannya pada 26 Januari 2026, mengungkapkan bahwa kontrak tersebut ditandatangani bersama PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya dan PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah. Kerja sama ini mendukung pembangunan proyek PLTA Cisokan yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat.

Kontrak kerja sama tersebut akan berlaku selama satu tahun, dengan estimasi nilai kontrak mencapai Rp19 miliar. MPXL akan berperan dalam layanan pengangkutan serta pemanfaatan limbah abu batu bara yang dihasilkan dalam rangka mendukung pembangunan proyek strategis tersebut.

Manajemen menegaskan, penandatanganan kontrak ini memberikan kepastian jangka panjang terhadap kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, kerja sama dengan entitas PLN ini juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja dan kondisi keuangan MPXL ke depan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru