back to top

NATO Akuisisi 100% Saham Perusahaan Asal Singapura SGD10 Ribu

Emitentrust.com – PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) resmi mengakuisisi 100% saham ORBIT MARKETING PTE. LTD sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha dan mitigasi risiko bisnis Perseroan.

Direktur Utama NATO Mauritz Nainggolan dalam keterangannya menyampaikan bahwa transaksi akuisisi tersebut dilakukan pada 16 Januari 2026 dengan nilai sebesar 10.000 dolar Singapura (SGD).

Perseroan menjelaskan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memperluas diversifikasi bisnis di tengah dinamika industri perhotelan yang dijalankan melalui entitas anak usaha.

“Perseroan menyatakan bahwa kejadian dan informasi yang disampaikan merupakan bagian dari strategi diversifikasi risiko yang dilakukan oleh Perseroan,” tulis Mauritz Selasa (12/5).

Meski melakukan ekspansi melalui akuisisi perusahaan berbasis di Singapura tersebut, NATO menegaskan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Pada perdagangan hari ini Selasa (12/5) saham NATO turun 3,03 persen ke level Rp640.

Sebagai informasi, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk bergerak di bidang perhotelan melalui entitas anak dan berkedudukan di Seminyak, Badung, Bali.

Artikel Terkait

BEI Rilis Daftar 48 Saham Konsentrasi Tinggi (HSC)

PT Bursa Efek Indonesia menambah jumlah emiten yang masuk kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) menjadi 48 saham berdasarkan evaluasi struktur kepemilikan per 30 Juni

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru