back to top

PEGE Tetapkan Jadwal Rights Issue, Pemilik Saham Terdilusi 25 Persen

Emitentrust.com – PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) bersiap melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan target penghimpunan dana maksimal Rp94,45 miliar. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 944.472.352 saham baru atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Dalam prospektusnya Rabu (8/7) disebutkan, setiap pemegang 3 saham lama yang tercatat pada 8 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 1 HMETD, di mana setiap HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 10–17 Juli 2026, sementara saham hasil pelaksanaan akan didistribusikan pada 14–21 Juli 2026.

Sebagai insentif, Perseroan juga menerbitkan hingga 944.472.352 Waran Seri II secara cuma-cuma dengan rasio 1 waran untuk setiap 1 saham baru yang diperoleh melalui rights issue. Waran tersebut dapat dieksekusi pada harga Rp145 per saham selama periode 14 Januari 2027 hingga 14 Juli 2031, dengan potensi tambahan dana bagi Perseroan mencapai Rp136,95 miliar apabila seluruh waran dilaksanakan.

Perseroan tidak menunjuk pembeli siaga (standby buyer), sehingga saham yang tidak diambil pemegang HMETD akan tetap menjadi saham portepel. Sejumlah pemegang saham utama telah menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam aksi korporasi ini. RR Capital Group Pte Ltd, yang menguasai 42,41% saham, akan mengeksekusi seluruh haknya senilai Rp40,06 miliar. Pemegang saham pengendali Trisno Limanto juga akan mengambil seluruh HMETD senilai Rp17,89 miliar, sedangkan PT Mandiri Terang Harapan akan melaksanakan sekitar 35% haknya dengan nilai Rp2,99 miliar.

Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 25% setelah rights issue, dan dapat mencapai 20% setelah seluruh Waran Seri II dieksekusi. Risiko utama yang dihadapi Perseroan secara konsolidasi adalah ketergantungan terhadap kinerja entitas anak.

Artikel Terkait

DRMA Beber Free Float Terbaru, TP Rachmat Sebagai Pemilik Manfaat Akhir

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) melaporkan porsi saham free float perseroan mengalami sedikit penurunan menjadi 18,69% per akhir Juni 2026, dari 18,84% pada bulan sebelumnya.

WINR Sebut Caplok 8,5% Saham Penyedia Layanan Internet Rp776,5 Juta

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) memperluas portofolio bisnisnya dengan mengakuisisi 8,5% saham perusahaan penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) PT Laxo Global Akses

BEI Sebut Tinggal 6 Calon Emiten Antre IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan hingga 8 Juli 2026 telah mencatatkan 5 perusahaan melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,67 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru