Pendapatan MKNT Semester I Melejit 6.523%, Tapi Masih Rugi Rp4,1M

Pendapatan MKNT Semester I Melejit 6.523%, Tapi Masih Rugi Rp4,1M
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) membukukan penjualan bersih Rp75,88 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak 6.522,77% dibandingkan penjualan Rp1,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu membawa MKNT mencetak keuntungan. Perseroan justru mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,14 miliar, membengkak 55,60% dibandingkan rugi Rp2,66 miliar pada semester I 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pertumbuhan penjualan turut mendorong perolehan laba bruto. MKNT membukukan laba bruto Rp15,72 miliar, berbalik dari rugi bruto Rp1,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, beban usaha meningkat cukup signifikan. Beban umum dan administrasi tercatat Rp12,61 miliar, naik dibandingkan Rp782,27 juta pada semester I 2025. Perseroan juga mencatat beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp1,28 miliar serta beban keuangan Rp573,08 juta.

Setelah memperhitungkan berbagai beban dan pendapatan lainnya, MKNT membukukan rugi sebelum pajak Rp4,52 miliar, lebih besar dibandingkan rugi sebelum pajak Rp2,66 miliar pada semester I 2025.

Rugi per saham juga meningkat menjadi Rp0,75 per saham dari sebelumnya Rp0,48 per saham.

Di sisi neraca, total aset MKNT mencapai Rp1,45 triliun per 30 Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 75,82% dibandingkan posisi Rp826,09 miliar pada akhir 2025.

Kenaikan aset terutama terlihat pada aset lancar yang mencapai Rp822,57 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp2,49 miliar pada akhir 2025.

Persediaan menjadi salah satu komponen terbesar dengan nilai Rp649,26 miliar. Selain itu, MKNT mencatat piutang usaha pihak ketiga Rp107,19 miliar dan kas serta bank Rp22,11 miliar.

Pada aset tidak lancar, perseroan mencatat Rp629,90 miliar, turun 23,52% dari Rp823,60 miliar pada akhir 2025. Namun, komposisinya berubah signifikan dengan adanya aset tetap bersih Rp436,33 miliar dan goodwill Rp52,92 miliar.

Liabilitas Tembus Rp1,46 Triliun

Seiring ekspansi aset, liabilitas MKNT juga meningkat. Total liabilitas per 30 Juni 2026 mencapai Rp1,47 triliun, naik 75,91% dari Rp833,44 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek tercatat Rp1,40 triliun, meningkat dari Rp832,65 miliar. Di dalamnya terdapat pinjaman bank jangka pendek Rp281,56 miliar, utang usaha pihak ketiga Rp152,15 miliar, serta utang lain-lain pihak ketiga Rp828,82 miliar.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang mencapai Rp66,73 miliar, naik tajam dari Rp789,75 juta pada akhir 2025.

Kondisi tersebut membuat ekuitas perseroan masih berada dalam posisi defisit. Per 30 Juni 2026, total ekuitas MKNT tercatat negatif Rp13,66 miliar, lebih dalam dibandingkan defisit Rp7,35 miliar pada akhir 2025.

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi masih menjadi perhatian. MKNT mencatat kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp53,15 miliar pada semester I 2026, meningkat tajam dibandingkan Rp4,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus kas investasi juga negatif Rp425 juta, terutama berasal dari perolehan aset tetap.

Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan kas neto Rp9,60 miliar, terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp9,72 miliar.

Dengan berbagai arus kas tersebut, kas dan bank perseroan pada akhir Juni 2026 tercatat Rp22,11 miliar, meningkat dibandingkan Rp4,35 juta pada akhir 2025. Namun, selama periode berjalan terjadi penurunan bersih kas dan bank sebesar Rp43,97 miliar sebelum memperhitungkan pengaruh perubahan kurs serta kas anak usaha yang diakuisisi.