Emitentrust.com – PT Mercury Strategic Indonesia mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas saham PT Surya Permata Andalan Tbk. (NATO) sebanyak-banyaknya 5.851.111.504 saham, yang mewakili sekitar 73,129% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp183 per Saham
Dalam keterangan redsminya Rabu (18/2) disebutkan harga tender offer tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian selama 90 hari terakhir (16 September–14 Desember 2025) sebesar Rp162,38 per saham
Selain itu harga tersebut Sama dengan harga pengambilalihan yang dibayarkan oleh Pengendali Baru Dengan demikian, nilai maksimum tender wajib ini mencapai sekitar Rp1,07 triliun.
Periode Penawaran Tender Wajib berlangsung selama 30 hari, dimulai 19 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026. Para pemegang saham publik yang ingin menerima penawaran wajib mengisi dan menyerahkan Formulir Penawaran Tender Wajib (FPTW) sebelum tanggal penutupan.
Pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi akan dilakukan paling lambat 12 hari setelah penutupan periode tender, atau pada 30 Maret 2026, dengan ketentuan mengikuti hari bursa jika bertepatan dengan hari libur.
Sebagai informasi, NATO bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan investasi, dengan kegiatan utama dijalankan melalui entitas anak di sektor perhotelan yang berbasis di Seminyak, Bali.
Sebagai informasi, PT Mercury Strategic Indonesia resmi mengambil alih kendali PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) setelah mengakuisisi saham milik pengendali sebelumnya, PT Karunia Berkah Jayasejahtera, dengan nilai transaksi mencapai Rp393,45 miliar.
Adapun jumlah saham yang diakuisisi mencapai 2.150.000.000 lembar atau setara 26,871% dari total saham beredar, dengan harga Rp183 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi tercatat sekitar Rp393,45 miliar.
Aksi korporasi ini secara langsung mengubah struktur pengendalian perseroan. Jika sebelumnya NATO berada di bawah kendali PT Karunia Berkah Jayasejahtera, kini tongkat estafet pengendali resmi beralih ke PT Mercury Strategic Indonesia.


