back to top

Prodia (PRDA) Raup Untung Melejit 150% di Kuartal I-2026

Emitentrust.com – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) pada kuartal I-2026 mencatatkan laba bersih melonjak menjadi Rp17,19 miliar, naik sekitar 150% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,87 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga meningkat menjadi Rp501,38 miliar, atau tumbuh sekitar 3,8% secara tahunan dari Rp483,02 miliar.

Kenaikan laba ini ditopang oleh efisiensi operasional. Beban usaha tercatat turun menjadi Rp257,05 miliar dari Rp264,64 miliar pada periode sebelumnya. Hal ini mendorong perbaikan kinerja operasional, di mana laba usaha berbalik positif menjadi Rp18,01 miliar dari rugi usaha Rp1,43 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto meningkat menjadi Rp272,11 miliar dari Rp263,48 miliar, mencerminkan margin yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan pendapatan yang moderat.

Sementara itu, total aset perseroan tercatat sebesar Rp2,67 triliun, sedikit turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,69 triliun. Namun demikian, posisi keuangan tetap solid dengan total liabilitas turun menjadi Rp263,49 miliar dari Rp302,48 miliar.

Di sisi lain, ekuitas meningkat menjadi Rp2,41 triliun dari Rp2,39 triliun, mencerminkan penguatan struktur permodalan.

Arus kas dari aktivitas operasi juga menunjukkan perbaikan dengan perolehan kas bersih sebesar Rp112,15 miliar, naik dari Rp99,58 miliar pada periode sebelumnya.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru