Emitentrust.com – Emiten Pharmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) sepanjang tahun buku 2025 membukukan rugi bersih sebesar Rp379,67 miliar, atau meningkat sekitar 14,97% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan rugi Rp330,25 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan neto PT Pyridam Farma Tbk melonjak menjadi Rp2,76 triliun, naik sekitar 43,7% dari Rp1,92 triliun pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, laba bruto ikut meningkat menjadi Rp583,14 miliar dari Rp536,48 miliar.
Namun, lonjakan pendapatan tersebut belum mampu mengimbangi kenaikan beban yang jauh lebih besar.
Beban umum dan administrasi tercatat melonjak tajam menjadi Rp455,50 miliar dari Rp272,90 miliar. Sementara beban penjualan dan pemasaran juga meningkat menjadi Rp286,82 miliar.
Akibatnya, PYFA mencatat rugi usaha sebesar Rp217,20 miliar, membengkak dari Rp106,88 miliar pada 2024.
Tekanan semakin berat datang dari beban keuangan yang melonjak menjadi Rp325,90 miliar, naik dari Rp225,98 miliar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya struktur utang perusahaan, termasuk obligasi dan pinjaman bank.
Secara keseluruhan, rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp530,87 miliar. Meski terdapat manfaat pajak sebesar Rp151,20 miliar, perusahaan tetap mencatatkan rugi bersih Rp379,67 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp6,77 triliun dari Rp5,81 triliun. Namun, total liabilitas juga naik signifikan menjadi Rp5,79 triliun, sehingga ekuitas tergerus menjadi Rp985,18 miliar dari Rp1,04 triliun.
Menariknya, arus kas operasional tercatat negatif Rp364,28 miliar, mencerminkan tekanan likuiditas di tengah ekspansi dan peningkatan beban.
Secara keseluruhan, kinerja PT Pyridam Farma Tbk pada 2025 menunjukkan paradoks: penjualan tumbuh pesat, namun profitabilitas justru semakin tertekan akibat lonjakan beban operasional dan biaya keuangan.


