back to top

Ramayana (RALS) Ungkap Rencana Baru Nilai Jumbo

emitentrust.com – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) berencana mengalihkan sebanyak 203.513.800 lembar saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada periode 21 Agustus 2015 hingga 24 November 2015.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan menyampaikan bahwa pengalihan saham treasury tersebut akan dilakukan melalui mekanisme penjualan di luar Bursa Efek dan dijadwalkan efektif mulai 27 Maret 2026 atau 14 hari setelah penyampaian keterbukaan informasi.

Saham hasil buyback tersebut akan dialihkan kepada PT Ramayana Makmursentosa, yang merupakan pemegang saham utama perseroan sekaligus pihak terafiliasi. Perusahaan penerima saham bergerak di bidang real estat milik sendiri atau sewa, arena bermain, hotel bintang, serta fasilitas lapangan.

Adapun pembelian kembali saham sebelumnya dilakukan berdasarkan ketentuan SE OJK No. 22/SEOJK.04/2015 terkait kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.


Manajemen menegaskan langkah ini merupakan bagian dari aksi korporasi perseroan sesuai ketentuan Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2017 tentang pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka.

Sebagai Infirmasi saat ini saham RALS berada oada posisi level Ro500 per lembar.

Artikel Terkait

Direktur Emiten Hapsoro (BUVA) Belanja Saham di Harga Rp700

Direktur PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), Satrio, menambah kepemilikan sahamnya di perseroan melalui transaksi pembelian saham yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

Centratama Telekomunikasi (CENT) Setuju 100% Tak Ada Dividen

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui secara bulat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Grup Bakrie (BUMI) Suntik Dana Rp1,5T ke Arutmin

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) resmi menyalurkan fasilitas pinjaman senilai Rp1,506 triliun kepada anak usahanya, PT Arutmin Indonesia, dalam transaksi afiliasi yang efektif berlaku sejak 26 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru