Reliance Finance (REFI) Catat Laba Tergerus 2,13% Sisa Rp2,62M di Semester I
EmitenTrust.com - PT Usaha Pembiayaan RelianceIndonesia (REFI) atau Reliance Finance emiten obligasi Reliance Group membukukan laba bersih Rp2,62 miliar pada semester I 2026, turun tipis 2,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,68 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, penurunan laba terjadi meski pendapatan perusahaan masih mencatat pertumbuhan dua digit.
Pendapatan Reliance Finance mencapai Rp36,22 miliar, naik 15,24% dari Rp31,43 miliar pada semester I 2025.
Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan bunga pembiayaan yang mencapai Rp26,53 miliar, meningkat sekitar 31,57% dibandingkan Rp20,16 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu mengangkat laba karena beban perusahaan ikut meningkat.
Beban Bunga Jadi Beban Utama
Total beban Reliance Finance pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp32,66 miliar, naik sekitar 17,32% dari Rp27,84 miliar pada semester I 2025.
Beban terbesar berasal dari beban bunga dan biaya keuangan yang mencapai Rp22,17 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 14,57% dibandingkan Rp19,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp8,26 miliar dari Rp7,65 miliar.
Perseroan turut membukukan penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp1,49 miliar, melonjak sekitar 344,16% dibandingkan Rp336,70 juta pada semester I 2025.
Kenaikan sejumlah beban tersebut membuat laba sebelum pajak turun tipis menjadi Rp3,55 miliar, dari Rp3,58 miliar pada semester I 2025.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp929,46 juta, laba periode berjalan tercatat Rp2,62 miliar.
Di tengah penurunan laba, arus kas dari aktivitas operasi justru menunjukkan perbaikan.
Reliance Finance membukukan kas bersih dari aktivitas operasi Rp24,64 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 78,85% dibandingkan Rp13,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama didukung oleh kenaikan penerimaan kas dari aktivitas pembiayaan.
Penerimaan kas dari pembiayaan tercatat Rp57,80 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp25,51 miliar pada semester I 2025.
Sementara penerimaan kas dari pembiayaan konsumen naik menjadi Rp36,06 miliar, dari Rp16,46 miliar.
Namun, aktivitas investasi menggunakan kas sebesar Rp14,33 miliar, terutama untuk pembelian portofolio efek.
Dari aktivitas pendanaan, perusahaan mencatat arus kas keluar bersih sebesar Rp11,31 miliar. Salah satu komponen utamanya adalah pembayaran bunga obligasi sebesar Rp9,5 miliar.
Dari sisi neraca, total liabilitas Reliance Finance per 30 Juni 2026 tercatat Rp465,35 miliar, turun sekitar 6,86% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp499,61 miliar.
Penurunan terutama terlihat pada pinjaman yang diterima, dari Rp275,04 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp235,11 miliar pada Juni 2026.
Di sisi lain, ekuitas meningkat menjadi Rp274,17 miliar, dari Rp271,54 miliar pada akhir 2025.
Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas per 30 Juni 2026 mencapai Rp739,52 miliar.
Sebagai informasi, PT Usaha Pembiayaan RelianceIndonesia bergerak di bidang jasa pembiayaan konvensional dan pembiayaan syariah. Perseroan merupakan bagian dari Reliance Group dan anak perusahaan PT Reliance Capital Management.