back to top

Rugi WMPP Susut 60%, Tapi Defisit Tembus Rp1,5T di 2025

Emitentrust.com – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp234,93 miliar sepanjang 2025, membaik signifikan dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang mencapai Rp596,50 miliar.

Dengan demikian, perseroan berhasil menekan kerugian hingga sekitar 60,6% secara tahunan (yoy).

Dalam laporan keuangan yang sitrrbitkan Selasa (14/4) disebutkan penyusutan rugi tersebut ditopang oleh lonjakan penjualan yang mencapai Rp1,01 triliun, atau naik sekitar 76,6% dari tahun sebelumnya sebesar Rp572,92 miliar.

Meski demikian, tingginya beban pokok penjualan membuat margin tetap tertekan, sehingga perseroan masih membukukan rugi kotor Rp2,78 miliar, meski jauh lebih baik dari rugi kotor tahun sebelumnya yang mencapai Rp95,27 miliar.

Dari sisi operasional, rugi usaha juga menyempit menjadi Rp100,85 miliar, dibandingkan Rp224,40 miliar pada 2024. Beban lain-lain yang masih besar turut menahan perbaikan laba, dengan rugi sebelum pajak tercatat Rp275,37 miliar.

Meski memperoleh manfaat pajak tangguhan sebesar Rp40,43 miliar, WMPP tetap mencatatkan kerugian bersih.

Namun di balik perbaikan tersebut, tekanan masih terlihat dari sisi ekuitas. Perseroan mencatatkan akumulasi defisit (saldo laba belum ditentukan penggunaannya) sebesar Rp1,57 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp1,36 triliun.

Total ekuitas juga turun menjadi Rp502,10 miliar, dari Rp693,32 miliar pada tahun sebelumnya, seiring masih besarnya tekanan kinerja.

Di sisi neraca, total liabilitas tercatat meningkat menjadi Rp4,03 triliun, sementara total aset justru menurun menjadi Rp4,54 triliun. Hal ini mencerminkan struktur keuangan yang masih cukup berat dengan tingkat leverage tinggi.

Arus kas operasi tercatat positif tipis sebesar Rp10,67 miliar, berbalik dari posisi negatif pada tahun sebelumnya, menandakan adanya perbaikan dari sisi operasional.

Sebagai informasi saham WMPP saat ini dierdagangkan di papan pemantauan khusus atau FCA pada harga Rp40 per lembar.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Melonjak! Lewati Level 6.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Pada Jumat (7/8/2026), IHSG menguat 65,94 poin atau 1,04% ke level 6.409,65,

Eks Dirut BCA Borong Saham GJTL, Ada Sinyal Apa?

Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) kembali mencuri perhatian. Tak hanya didukung perbaikan kinerja pada kuartal II-2026, emiten produsen ban terbesar di Indonesia ini juga memiliki deretan pemegang saham kelas kakap.

Bank Kasikorn (BMAS) Minta Restu Rights Issue 2,8 Miliar Saham

PT Bank KASIKORN Indonesia Tbk. (BMAS) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.875.000.000 saham baru, setara 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru