back to top

Saham CBRE Melesat Saat IHSG Rontok, Efek Gabriel Rey?

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah cukup tajam sebesar 2,44% ke level 6.999 pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Tekanan jual terjadi di sejumlah saham berbasis komoditas dan pertambangan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap rencana revisi tarif royalti mineral yang tengah disiapkan pemerintah.

Sentimen negatif datang dari revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 yang diusulkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam beleid tersebut, pemerintah berencana menyesuaikan tarif royalti progresif untuk sejumlah komoditas utama seperti tembaga, emas, perak, nikel hingga timah.

Pelaku pasar menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan beban industri tambang nasional, terutama di tengah kondisi harga komoditas global yang masih berfluktuasi tinggi. Akibatnya, saham-saham berbasis komoditas menjadi sasaran aksi jual dan menekan laju IHSG sepanjang perdagangan.

Namun di tengah tekanan pasar tersebut, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) justru mampu bertahan di zona hijau. Saham CBRE ditutup menguat 2,17% ke level 940 dan menjadi salah satu emiten yang mencuri perhatian investor pada perdagangan akhir pekan ini.

Pergerakan positif CBRE dinilai tidak lepas dari sentimen masuknya investor strategis Gabriel Rey melalui PT Pukul Rata Kanan. Gabriel Rey tercatat mengakumulasi sekitar 46 juta saham atau setara 1,01% kepemilikan di CBRE.

Kehadiran Gabriel Rey, yang dikenal sebagai salah satu investor besar di industri aset digital, memunculkan optimisme baru di kalangan pelaku pasar terhadap prospek pengembangan bisnis Perseroan ke depan.

Selain faktor investor strategis, pasar juga mulai mencermati arah transformasi bisnis yang tengah dijalankan Perseroan. CBRE saat ini disebut fokus memperkuat fundamental usaha dan mengoptimalkan kontrak strategis yang telah berjalan sepanjang 2026.

Secara teknikal, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama menilai pergerakan saham CBRE masih berada dalam fase sideways.

“CBRE saat ini masih bergerak sideways. Support berada di area 835, sementara resistance di 1.030. Jika mampu breakout di atas 980, maka peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka dengan target resistance berikutnya di area 1.200,” ujarnya.

Artikel Terkait

SHIP Bagi Dividen Rp95,1M dan Rombak Direksi

PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) membagikan dividen tunai sebesar Rp35 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen yang ditebar emiten pelayaran tersebut mencapai Rp95,19 miliar.

IHSG Ditutup Rontok, Jebol Level 7.000! Saham Tambang Berguguran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri reli empat hari beruntun dengan penurunan tajam pada perdagangan Jumat (8/5/2026).

BRI (BBRI) Cairkan Sisa Dividen 2025 Rp31,47T Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melakukan pembayaran sisa dividen tahun buku 2025 senilai Rp31,47 triliun atau sebesar Rp209 per saham kepada para pemegang saham pada Jumat (8/5/2026).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru