Sempat Tembus Level 6.629, IHSG Malah Balik Merah di Sesi I
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama, Rabu (2/9/2026). Pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang juga berada di bawah tekanan.
Pada penutupan sesi I, IHSG melemah 0,28% atau 18,495 poin ke level 6.581,448.
Padahal, pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG sempat menguat 0,16% atau 10,876 poin ke level 6.610,819.
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak cukup fluktuatif. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.629 dan level terendah 6.561, setelah dibuka pada posisi 6.599.
Tekanan paling besar datang dari sejumlah sektor saham. Sektor IDXBASIC menjadi salah satu pemberat utama dengan penurunan 1,79%, disusul IDXINDUST yang turun 1,21% dan IDXINFRA melemah 1,06%.
Sektor IDXENERGY juga turun 0,60%, IDXPROPERT terkoreksi 0,49%, IDXNONCYC melemah 0,36%, sedangkan IDXTRANS turun tipis 0,05%.
Di sisi lain, sejumlah sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor IDXTECHNO menjadi penguat paling signifikan dengan kenaikan mencapai 3,83%. Kemudian IDXFINANCE naik 0,47%, IDXCYCLIC menguat 0,38%, dan IDXHEALTH naik 0,23%.
Aktivitas perdagangan saham hingga akhir sesi I terbilang cukup ramai. Total volume transaksi mencapai sekitar 33 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp9,9 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 326 saham melemah, sementara 265 saham menguat dan 191 saham stagnan.
DCII menjadi salah satu saham dengan kenaikan nominal terbesar, yakni naik Rp8.000 menjadi Rp200.200 per saham.
Kemudian ITMG menguat Rp475 menjadi Rp26.475, sedangkan SMAR naik Rp275 ke level Rp6.925 per saham.
Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan cukup dalam. SINI turun Rp500 menjadi Rp12.000 per saham, sementara UNTR terkoreksi Rp500 ke Rp25.075.
Saham POLU juga melemah Rp325 menjadi Rp19.050 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham KOTA menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan pada sesi I.
KOTA tercatat ditransaksikan sebanyak 61.918 kali dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp325 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat BWPT yang diperdagangkan sebanyak 43.620 kali dengan nilai transaksi sekitar Rp192 miliar.