back to top

Sepekan Terbang 25%, AMMN Ungkap Masih Simpan 105,8 Juta Saham Treasuri

Emitentrust- Emiten tambang raksasa milik Agoes Projosasmito, Grup Salim, dan Medco, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), resmi menyampaikan laporan perkembangan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada regulator.

Dalam laporan yang dirilis pada 8 Januari 2026, manajemen AMMN mengonfirmasi bahwa seluruh saham hasil buyback hingga kini masih berstatus saham tresuri dan belum dialihkan ke pihak mana pun.

Sekretaris Perusahaan AMMN menjelaskan bahwa aksi buyback tersebut sebelumnya dilakukan di tengah volatilitas pasar yang tinggi, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi pada 30 April 2025. Selama periode pembelian kembali yang berakhir pada 31 Juli 2025, AMMN tercatat menyerap 105.803.800 lembar saham dari pasar sekunder.

Harga rata-rata pembelian saham dalam aksi tersebut mencapai Rp7.450 per saham. Dengan demikian, nilai investasi yang kini “mengendap” sebagai saham tresuri ditaksir mencapai sekitar Rp788,2 miliar. Angka ini mencerminkan kekuatan likuiditas perseroan sekaligus menjadi perhatian pelaku pasar.

Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023, emiten wajib melaporkan perkembangan status saham hasil buyback secara berkala. Hingga akhir periode pelaporan, jumlah saham yang wajib dialihkan kembali masih utuh sesuai total hasil pembelian kembali.

Manajemen AMMN menegaskan bahwa pengalihan kembali saham tresuri tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kepentingan terbaik perseroan dan pemegang saham. Sesuai regulasi, AMMN memiliki waktu maksimal tiga tahun sejak berakhirnya periode buyback untuk menentukan skema pengalihan, baik melalui penjualan di bursa, pengurangan modal, maupun program insentif karyawan.

Dengan ratusan juta saham dan nilai ratusan miliar rupiah yang masih tersimpan, pasar kini menanti langkah strategis AMMN selanjutnya—apakah saham tresuri tersebut akan menjadi amunisi penguatan harga atau justru sumber tekanan baru di lantai bursa.

Pada perdagangan Kamis (8/1), saham AMMN naik 1,88 persen ke level Rp8.125. Dalam sepekan naik 25,3 persen dari harga Rp6.500 pada 2 Januari 2026. Dalam sebulan naik 29,3 persen dari harga Rp6.300 pada 8 Desember 2025.

Artikel Terkait

AXIO Tetapkan Cum Date Dividen Rp23,3M, Sahamnya Naik 2,9%

PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp23,36 miliar dari laba bersih tahun buku 2025, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026.

Direktur BFIN Tambah Koleksi Saham Saat Harga Rp690 per Lembar

Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), Iwan, menambah kepemilikan sahamnya di Perseroan melalui transaksi pembelian saham yang dilakukan pada 29 Mei 2026.

Saham RLCO Diborong Lagi Rp69,1M Saat Harga Tinggi

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyampaikan bahwa Samuel Sekuritas Indonesia telah menambah kepemilikan saham pada 20 April 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru